Pada Bagian ini kita akan fokus untuk membahas bagaimana keadaan benda, ditinjau dari besaran-besaran fisika yang sudah kita pelajari sebelumnya.
Setelah kita mengetahui besaran-besaran dalam gerak, kita dapat menemukan tiga keadaan suatu benda yakni : benda diam, benda melakukan
- Gerak Lurus Beraturan (GLB), dan benda melakukan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Perhatikan :
Karena yang dianalisis adalah gerak lurus, maka dapat kita asumsikan bahwa jarak yang ditempuh oleh benda sama dengan perpindahan yang dialami oleh benda selama tidak ada keterangan tambahan. Kecuali jika benda melakukan beberapa gerakan dan gerakannya berbelok
Benda diam artinya benda tersebut tidak melakukan gerakan (kecepatan sama dengan nol) di tetap berada pada posisinya untuk beberapa waktu. Perhatikan gambar berikut
Ketika benda berada dalam keadaan diam, maka benda tersebut tidak mengalami perpindahan (Δx = 0), tidak ada kecepatan (v = 0), serta tidak ada percepatan (a = 0). Sehingga kita dapat menggambar grafik posisi terhadap waktu (s – t), kecepatan terhadap waktu (v – t), serta percepatan terhadap waktu (a – t) sebagai berikut.
Gambar 9. Mobil diam
Gambar 10. Grafik untuk benda ketika diam (a) posisi terhadap waktu, (b) kecepatan terhadap waktu, (c) percepatan terhadap waktu.
Perhatikan gambar berikut ini.
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, maka persamaan matematis untuk gerak lurus beraturan (GLB) adalah sebagai berikut
Perjalanan dari sekolah memakan waktu 60 s, kemudian ia berhenti selama 10 s dan berbalik aarah menuju rumahnya dalam waktu 80 s dari rumah Jacques. Data perjalanan Adrienne dapat disajikan dalam tabel dan grafik berikut.
gambar 11. Orang berjalan secara lurus beraturan
gambar 11 merupakan contoh dari gerak lurus beraturan, berdasarkan hal tersebut kita dapat menentukan ciri-ciri dari gerak lurus beraturan (GLB) sebagai berikut:
· Posisi orang berubah dengan konstan
Waktu (s) | Posisi (m) | Perubahan posisi (m) |
0 | 0 | |
50 | 50 | 50 |
100 | 100 | 50 |
150 | 150 | 50 |
· Kecepatan benda konstan
Telah dijelaskan bahwa kecepatan adalah perubahan posisi yang dialami benda dalam selang waktu tertentu. Berdasarkan gambar tersebut terlihat bahwa tiap 50 s, orang mengalami perpindahan sebesar 50 m. Hal ini berarti dalam 1 s orang akan berpindah sejauh 1 m. Sehingga kecepatan orang tersebut konstan 1 m/s
Ingatlah !
Karena kecepatan benda adalah konstan (tetap) maka kecepatan sesaat benda dimanapun akan sama nilainya dan sama dengan kecepatan rata-ratanya.
· Tidak ada kecepatan
Hal ini adalah konsekuensi dari benda yang bergerak dengan kecepatan konstan, sehingga tidak mengalami perubahan kecepatan. Karena ini percepatan benda sama dengan nol (percepatan adalah perubahan kecepatan dalam selang waktu tertentu)
Keterangan
s : perpindahan / jarak (m)
v : kecepatan (m/s)
t : waktu (s)
analisis data
pada bagian ini kita akan melihat ciri-ciri dari gerak lurus beraturan berdasarkan data percobaan misalkan
tabel data
suatu benda mengalami perubahan posisi terhadap waktu yang disajikan dalam tabel berikut:
t (s) | x (m) | Δx (m) | v (m/s) | Keterangan |
0 | 0 | Perhatikan perpindahan yang dialami benda adalah konstan dan kecepatan benda konstan 2 m/s | ||
1 | 2 | 2 | 2 | |
2 | 4 | 2 | 2 | |
3 | 6 | 2 | 2 | |
4 | 8 | 2 | 2 | |
5 | 10 | 2 | 2 |
Ticker timer
Pola ticker timer pada gerak lurus beraturan adalah sebagai berikutTetesan oli
Pola tetesan Oli pada gerak lurus beraturan adalah sebagai berikutIngatlah !
Perbedaan antara pola ticker timer dan tetesan oli terletak pada titik awal dan titik akhirnya, pada ticker timer titik awal sama dengan arah gaya yang menarik (jika gaya menarik ke kanan, maka titik awal berada di kanan) sedangkan titik awal pada tetesan oli berlawanan dengan arah gerak benda (jika benda bergerak ke kanan, maka titik awal berada di sebelah kiri)
Analisis grafik
Grafik posisi terhadap waktu (s-t)
Secara umum grafik hubungan posisi terhadap waktu pada gerak lurus beraturan digambarkan sebagai berikutGambar 12. Grafik (s-t) untuk gerak lurus beraturan
Grafik di atas menunjukkan bahwa benda bergerak searah dan bergerak semakin jauh dengan kecepatan konstan. Perpindahan adalah besaran vektor (memiliki besar dan arah), oleh karena itu bentuk grafiknya akan berbeda jika benda bergerak berlawanan arah.
Adrienne mengendarai mobil dari sekolah ke rumah Jacques yang berjarak 800 m sebelah timur (east) sekolah, sedangkan rumah Adrienne berjarak 675 m sebelah barat sekolah. Perjalanan Adrienne digambarkan dalam diagram berikutGambar 13. Gerak perjalanan mobil Adrienne
(sumber : Physics 11)
Gambar 14. Data perjalanan Adrienne (a) dalam grafik, (b) dalam tabel
(sumber : Physics 11)
Pada gambar 14(a) terlihat ada bagian dari grafik yang terletak di bawah sumbu x, jika kita cocokkan dengan tabel pada gambar 14(b) posisi grafik di bawah sumbu x dimulai setelah t = 171 s (karna pada saat ini posisi mobil kembali ke awal, x = 0 m atau tepat saat di sekolah). Berdasarkan penjelasan tersebut beberapa informasi yang kita dapatkan antara lain.
· Grafik meyimpang ke kanan atas ketika benda belum berbalik arah (sumbu x positif)
· Grafik menyimpang ke kiri bawah ketika benda berbalik arah
· Grafik berada di bawah sumbu x ketika posisi benda sudah melewati posisi awal (sumbu x negatif)
Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t)
Secara umum grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) pada gerak lurus beraturan digambarkan sebagai berikut
Grafik percepatan terhadap waktu (a-t)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pada gerak lurus beraturan kecepatan tidak berubah (konstan) maka tidak ada percepatan sehingga grafik percepatan terhadap waktu (a-t) pada gerak lurus beraturan, garisnya akan berhimpit dengan sumbu x seperti gambar di bawah ini
pola ticker timer pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) diperlambat adalah
pola tetesan oli pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) diperlambat adalah
Secara umum grafik kecepatan terhadap waktu pada gerak lurus berubah beraturan adalah sebagai berikut
Untuk grafik (c), daerah di bawah grafik berbentuk trapesium sehingga
Pada grafik fungsi linear, kita mengenal istilah gradien atau kemiringan. Gradien akan memengaruhi bentuk dari grafik tersebut, semakin besar gradien maka grafiknya akan semakin curam ke atas bentuknya. Pada grafik kecepatan terhadap waktu jika kita lihat kembali persamaan dasarnya yakni vt = v0 ± at akan memiliki kemiripan dengan persamaan grafik linear yakni y = mx + c, berdasarkan hal tersebut terlihat jelas bahwa gradien untuk grafik ini adalah percepatan (a) sehingga semakin besar percepatan suatu benda maka grafiknya akan semakin curam ke atas.
Gambar 15. Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) pada gerak lurus beraturan
Karena pada gerak lurus beraturan kecepatan benda konstan (tidak berubah) maka grafik fungsi kecepatannya berupa garis mendatar sejajar dengan sumbu x sesuai dengan besar kecepatan benda tersebut.
Pada grafik fungsi kecepatan terhadap waktu (v-t), jarak yang ditempuh oleh benda dapat ditentukan dengan mencari luas daerah di bawah grafik. Karna daerah di bawah grafik berbentuk persegi panjang maka luasnya adalahGrafik percepatan terhadap waktu (a-t)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pada gerak lurus beraturan kecepatan tidak berubah (konstan) maka tidak ada percepatan sehingga grafik percepatan terhadap waktu (a-t) pada gerak lurus beraturan, garisnya akan berhimpit dengan sumbu x seperti gambar di bawah ini
Grafik percepatan terhadap waktu (v-t) pada gerak lurus beraturan
. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Berbeda dengan gerak lurus beraturan yang memiliki kecepatan konstan, pada gerak lurus berubah beraturan memiliki perubahan kecepatan yang konstan (perubahan kecepatan disebut dengan percepatan). Suatu benda yang bergerak lurus berubah beraturan memiliki dua keadaan yakni bisa kecepatannya meningkat (dipercepat), bisa juga kecepatannya menurun (diperlambat). Kecepatan maupun percepatan merupakan besaran vektor yang arahnya perlu dipertimbangkan. Agar lebih mudah memahaminya perhatikan gambar berikut!Gambar 17. (a) pembalap sepeda yang bergerak dengan kecepatan konstan, (b) pembalap sepeda yang bergerak dipercepat, (c) pembalap sepeda yang bergerak diperlambat
Gambar 17 merupakan beberapa gerakan yang dilakukan oleh seorang pembalap dengan asumsi waktu tempuh gerakan dari posisi satu ke posisi selanjutnya adalah sama (a) seorang pembalap sepeda yang bergerak dengan kecepatan konstan, sehingga tidak terjadi perubahan kecepatan dan percepatan sama dengan nol, sehingga dapat dikatakan bahwa pembalap bergerak lurus beraturan. (b) seorang pembalap yang bergerak dengan kecepatan meningkat (dipercepat) perhatikan arah kecepatan yang searah dengan percepatannya. Sehingga dapat dikatakan pembalap bergerak lurus beraturan dipercepat (GLBB dipercepat). (c) seorang pembalap yang bergerak dengan kecepatan menurun (diperlambat), perhatikan arah kecepatan yang berlawanan arah dengan percepatannya. Sehingga dapat dikatakan pembalap bergerak lurus berubah beraturan diperlambat (GLBB diperlambat).
Berdasarkan ilustrasi di atas, maka kita dapat menentukan ciri-ciri benda yang bergerak berubah beraturan sebagai berikut
· Perubahan kecepatan adalah konstan
Perubahan kecepatan ini dapat semakin meningkat atau semakin menurut. Perubahan kecepatan yang semakin meningkat ditandai dengan jarak antar posisi yang semakin lebar (gambar 17.a), sedangkan perubahan kecepatan yang semakin menurut ditandai dengan jarak antar posisi yang semakin sempit (gambar 17.c)
· Percepatan konstan
Konsekuensi dari perubahan kecepatan ditandai dengan adanya percepatan benda. Percepatan bernilai positif jika searah dengan kecepatan yang membuat gerak benda semakin cepat (gambar 17.a). Percepatan bernilai negatif jika berlawanan arah dengan kecepatan yang membuat gerak benda semakin lambat (gambar 17.b)
Persamaan matematis yang berlaku pada gerak lurus berubah beraturan adalahKeterangan :
s = jarak (m)
v0 = kecepatan awal (m/s)
v = kecepatan akhir (m/s)
a = percepatan (m/s2)
t = waktu (s)
analisis data
tabel data
seorang pembalap sepeda mengendarai sepedanya dengan kecepatan awal 3 m/s dan dipercepat dengan percepatan sebesar 2 m/s2 sehingga didapatkan data untuk 5 detik pertama dan disajikan dalam tabel berikut
t (s) | V0 (m/s) | a (m/s2) | v (m/s) | s (m) | Keterangan |
0 | 3 | 2 | 3 | 0 | Perhatikan bahwa perubahan perpindahan (s) bertambah dengan konstan yakni sebesar 2 m |
1 | 3 | 2 | 5 | 4 | |
2 | 3 | 2 | 7 | 10 | |
3 | 3 | 2 | 9 | 18 | |
4 | 3 | 2 | 11 | 28 | |
5 | 3 | 2 | 13 | 40 |
ticker timer
pola ticker timer pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dipercepat adalahpola ticker timer pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) diperlambat adalah
Ingatlah !
Perbedaan antara pola ticker timer GLBB dipercepat maupun diperlambat terletak pada perubahan jarak antar titik (waktu untuk membuat titik yang berurutan adalah sama). Untuk GLBB dipercepat jarak antar titik dari awal ke akhir semakin lama semakin jauh, sedangkan untuk GLBB diperlambat jarak antar titik dari awal ke akhir semakin lama semakin dekat.
tetesan oli
pola tetesan oli pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dipercepat adalahpola tetesan oli pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) diperlambat adalah
Ingatlah !
Perbedaan antara pola tetesan oli GLBB dipercepat maupun diperlambat terletak pada perubahan jarak antar titik (waktu untuk membuat titik yang berurutan adalah sama). Untuk GLBB dipercepat jarak antar titik dari awal ke akhir semakin lama semakin jauh, sedangkan untuk GLBB diperlambat jarak antar titik dari awal ke akhir semakin lama semakin dekat.
analisis grafik
grafik posisi terhadap waktu (s-t)
secara umum grafik posisi terhadap waktu pada gerak lurus berubah beraturan adalah sebagai berikut.Gambar 18. Grafik perubahan posisi terhadap waktu pada GLBB (a) dipercepat, (b) diperlambat
Perbedaan dari kedua grafik di atas terletak pada nilai percepatan yang dialami benda untuk gerak dipercepat percepatan bernilai positif, sedangkan untuk gerak diperlambat percepatan bernilai negatif. Karena kedua grafik berada di atas sumbu x menunjukkan benda bergerak searah. Grafik di atas merupakan tipe grafik fungsi kuadrat sesuai dengan persamaan pertama untuk GLBB yakni
s = v0 t ± ½ a t2.
grafik kecepatan terhadap waktu (v-t)
Secara umum grafik kecepatan terhadap waktu pada gerak lurus berubah beraturan adalah sebagai berikut
Gambar 19. Grafik perubahan kecepatan terhadap waktu pada GLBB (a) dipercepat tanpa kecepatan awal, (b) diperlambat hingga berhenti, (c) dipercepat dengan kecepatan awal
Grafik 19.a menunjukkan kecepatan sebuah benda yang dipercepat dengan percepatan tetap dan tanpa kecepatan awal (mula-mula diam) hal ini ditunjukkan dengan grafik yang dimulai pada koordinat (0,0) hingga kecepatannya sebesar vt saat tt. Grafik 19.b menunjukkan kecepatan sebuah benda yang mula-mula bergerak dengan kecepatan vn kemdian diperlambat dengan perlambatan tetap hingga benda tersebut berhenti yang ditunjukkan pada saat tn kecepatan benda sama dengan nol. Grafik 19.c menunjukkan sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan awal v0 kemudian dipercepat dengan percepatan konstan hingga kecepatannya menjadi tt.
Grafik kecepatan terhadap waktu di atas merupakan jenis grafik linear. Hal ini sesuai dengan persamaan (2) pada gerak lurus berubah beraturan yakni vt = v0 ± at. Jia benda bergerak dari keadaan diam (v0 = 0) maka bentuk grafiknya seperti gambar 18.a, namun jika benda memiliki kecepatan awal (v0 ≠ 0) maka bentuk grafiknya seperti gambar 18.c.
Menentukan jarak yang ditempuh dengan luas daerah di bawah grafik
Kita juga dapat menentukan jarak yang di tempuh benda, dengan menghitung luas daerah di bawah grafik kecepatan terhadap waktu.
Untuk grafik (a) dan (b), daerah di bawah grafik berbentuk segitiga sehingga.Untuk grafik (c), daerah di bawah grafik berbentuk trapesium sehingga
Perhatikan bahwa kedua persamaan di atas sama dengan persamaan (4) pada gerak lurus berubah beraturan yakni s = ½ (vt + v0).t.
Gambar 20. Grafik gerak beberapa benda dengan percepatan berbeda
Berdasarkan gambar 20. Maka dapat disimpulkan bahwa
a1 > a2 > a3 > a4 > a5
grafik percepatan terhadap waktu (a-t)
secara umum grafik percepatan pada gerak lurus berubah beraturan adalah sebagai berikut!
Gambar 21. Grafik percepatan terhadap waktu pada GLBB (a) dipercepat, (b) diperlambat
Karena pada gerak lurus berubah beraturan percepatan bernilai konstan, maka grafiknya berupa garis lurus yang sejajar dengan sumbu x. (mirip dengan grafik kecepatan terhadap waktu pada benda yang bergerak lurus beraturan atau grafik posisi terhadap waktu pada benda diam)
Gerak jatuh bebas (GJB) dan gerak vertikal ke atas (GVA)
Pada prinsipnya baik gerak jatuh bebas dan gerak vertikal ke atas merupakan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Pada gerak jatuh bebas dan gerak vertikal ke atas arah geraknya adalah vertikal (sumbu y) dengan percepatan gravitasi (g) sebagai percepatannya (gaya gesek udara di abaikan). Beberapa perbedaan antara gerak jatuh bebas dan gerak vertikal ke atas adalah
Gerak jatuh bebas (GJB) | Gerak vertikal ke atas (GVA) |
Dari atas ke bawah | Dari bawah ke atas |
Tidak ada kecepatan awal (v0 = 0) | Memiliki kecepatan awal |
Bergerak dipercepat | Bergerak diperlambat |
Percepatan gravitasi bernilai positif | Percepatan gravitasi bernilai negatif |
Berhenti ketika sampai di tanah | Berhenti ketika mencapai titik tertinggi |
Persamaan matematis | |
1. s = v0 t + ½ a t2 2. vt = v0 + a t 3. vt2 = v02 + 2 a s 4. s = ½ (vt + v0) t | 1. s = v0 t - ½ a t2 2. vt = v0 - a t 3. vt2 = v02 - 2 a s 4. s = ½ (vt + v0) t |
demikian sekedar berbagi ilmu tentang materi kelas X : kinematika gerak lurus, semoga bermanfaat dan mari kita sama-sama belajar.





















Komentar
Posting Komentar