KEGIATAN PEMBELAJARAN 3PENERAPAN
HUKUM NEWTON
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran
ini, peserta didik diharapkan dapat:
1.
menggunakan hukum-hukum Newton tentang gerak dalam
menyeleasaikan permasalahan gerak benda; dan
2.
menerapkan konsep hukum-hukum Newton tentang gerak
dalam kehidupan sehari-hari.
B. Uraian Materi
Pada kegiatan pembelajaran 3 ini,
ananda harus memahami konsep hukum-hukum Newton tentang gerak benda dan
berbagai jenis gaya yang sudah ananda pelajari pada kegiatan pembelajaran 1 dan
2 sebelumnya. Di kegiatan pembelajaran 3 ini kita mengkolaborasi pemahaman yang
sudah ananda dapatkan sebelumnya dalam bentuk berbagai permasalahan/kasus pada
benda yang bergerak lurus.
1. Berat benda ketika
berada di elevator atau lift
Contoh Soal
Seseorang bemassa m=50
kg berada di dalam sebuah
lift yang bergerak ke atas dengan
percepatan a=1,5 m/s². Jika percepatan gravitasi g=10 m/s², Tentukan gaya desakan
kaki orang tersebut (N) pada
lantai lift..!
Jawab :
Uraikan dan gambar terlebih
dahulu vektor berbagai jenis gaya yang bekerja pada orang yang berada di dalam
lift, diperoleh !
2. Benda yang bertumpuk
Contoh Soal
Perhatikan gambar berikut !
Balok A beratnya 100 N diikat dengan tali mendatar di C (lihat gambar). Balok B beratnya 500 N. Koefisien gesekan antara A dan B = 0,2 dan koefisien gesekan antara Balok B dan lantai = 0,5. Tentukan Besarnya gaya F minimal untuk menggeser balok B
Jawab
:
Uraikan dan gambar terlebih
dahulu vektor berbagai jenis gaya yang bekerja pada kedua benda, diperoleh
fAB → gaya gesek antara balok A dan B
fBL → gaya gesek antara balok B dan lantai
•
Mencari Gaya Gesekan
pada masing-masing bidang sentuh fAB
= μAB NAB fAB
= (0,2)(100) = 20 N
fBL = μBL NBL
fBL = (0,5)(100 +
500) = 300 N
•
Menentukan besarnya
gaya F minimal untuk menggeser balok B
Tinjau benda B (diam)
Berlaku Hukum I Newton
Σ Fx = 0
F − fAB − fBL
= 0
F − 20 − 300 = 0
F = 320 Newton
3. Dua benda yang terhubung dengan
tali yang terhubung melalui katrol diam.

Melalui halaman ini, bahasan yang diberikan merupakan sistem katrol sederhana. Ulasan tentang sistem katrol di sini meliputi rumus percepatan dari suatu sistem katrol, uraian gaya pada suatu sistem katrol, dan proses penurunan rumus serta hubungan antar persamaan yang terlibat di suatu sistem katrol. Pembahasan juga meliputi bagaimana pengaruh massa katrol dalam mempengaruhi persamaan. Simak bahasannya pada ulasan di bawah.
Sistem Katrol Sederhana untuk Massa Katrol Diabaikan
Masuk ke pembahasan sistem katrol sederhana yang pertama, yaitu ketika tidak mempertimbangkan massa katrol. Atau dengan kata lain massa katrol diabaikan. Sebuah benda terpasang pada tali yang terhubung pada katrol. Pada ujung tali lainnya, sebuah gaya menarik tali untuk menggerakkan benda agar naik ke atas. Untuk pembahasan di sini, akan dilihat gaya apa saja yang bekerja pada katrol tersebut sehingga nantinya dapat diperoleh persamaan yang sesuai dengan sistem katrol tersebut.
Perhatikan gambar sistem katrol sederhana berikut ini.

Rumus percepatan yang diperoleh untuk sistem katrol sederhana dengan massa katrol diabaikan adalah sebagai berikut.

Keterangan:
- a = percepatan sistem (m/s2)
- w2 = berat benda kedua (N)
- w1 = berat benda pertama (N)
- m1 = massa benda pertama (kg)
- m2 = massa benda kedua (kg)
Bagaimana persamaan di atas diperoleh? Seperti yang telah disinggung sedikit di atas bahwa persamaan tersebut diturunkan dari Hukum Newton. Perhatikan langkah-langkahnya berikut ini.
Contoh Soal Dan Pembahasan Sistem Katrol

A. Sistem Katrol Sederhana
Untuk menganalisis sistem katrol sederhana ibarat gambar di bawah, maka kita perlu menggambarkan garis gaya yang bekerja pada masing-masing benda. Pada gambar sebelah kiri, massa katrol diabaikan sehingga tegangan tali sama besar.Sedangkan gambar sebelah kanan, tegangan talinya tidak sama alasannya massa katrol tidak diabaikan.
Karena dua sistem tersebut tidak sama rumus perhitungannya, maka kita akan bahas satu persatu sebagai diberikut :
#1 Massa katrol diabaikan
Ingat bahwa tegangan tali yang dialami benda 1 sama dengan tegangan tali yang dialami benda 2 (T1 = T2 = T). Pada gambar terlihat bahwa massa benda kedua lebih besar sehingga sistem benda pertama bergerak ke atas dan benda kedua kebawah
Tinjau benda I :
∑F = m.a
T1 - W1 = m1.a
T1 = m1.a + W1
T = m1.a + W1
Tinjau benda II :
∑F = m.a
⇒ W2 - T2 = m2.a
⇒ T2 = W2 - m2.a
⇒ T = W2 - m2.a
Karena tegangan tali sama besar, maka :
m1.a + W1 = W2 - m2.a
⇒ m1.a
⇒ (m1 + m2) a = W2 - W1
⇒ a = (W2 - W1)/(m1 + m2)
|
melaluiataubersamaini :
a = percepatan sistem (m/s2)
W2 = berat benda kedua (N)
W1 = berat benda pertama (N)
m1 = massa benda pertama (kg)
m2 = massa benda kedua (kg)
Jika massa katrol tidak diabaikan, maka tegangan tali kedua tidak sama dengan tegangan tali pertama (T1 ≠ T2). Selain itu, kita juga harus meninjau momen gaya yang dialami katrol.
Tinjau benda I :
∑F = m.a
⇒ T1 - W1 = m1.a
⇒ T1 = m1.a + W1
Tinjau benda II :
∑F = m.a
⇒ W2 - T2 = m2.a
⇒ T2 = W2 - m2.a
Tinjau Katrol :
∑τ = I.α
⇒ T2.r - T1.r = k mk r2 . a⁄r
⇒ (T2 - T1) r = k.mk.r.a
⇒ T2 - T1 = k.mk.a
Substitusi nilai T1 dan T2 ke persamaan ketiga :
W2 - m2.a - m1.a - W1 = k.mk.a
⇒ W2 - W1 = k.mk.a + m2.a + m1.a
⇒ W2 - W1 = (k.mk + m2 + m1) a
⇒ a = (W2 - W1) / (k.mk + m2 + m1)
|
melaluiataubersamaini :
a = percepatan sistem (m/s2)
W2 = berat benda kedua (N)
W1 = berat benda pertama (N)
k = bilangan atau konstanta pada rumus inersia katrol.
mk = massa katrol (kg)
m1 = massa benda pertama (kg)
m2 = massa benda kedua (kg).
B. Sistem Katrol Bidang Datar
Jika dua benda dihubungkan oleh tali dan sistem katrol, dengan salah satu benda tergantung dan benda lainnya berada di bidang datar, maka terdapat beberapa keadaan yang sanggup kita amati, yaitu :#1 Massa katrol diabaikan dan bidang licin
∑F = m.a
⇒ T1 = m1.a
⇒ T = m1.a
Tinjau benda II :
∑F = m.a
⇒ W2 - T2 = m2.a
⇒ T2 = W2 - m2.a
⇒ T = W2 - m2.a
Karena tegangan tali sama besar, maka :
m1.a = W2 - m2.a
⇒ m1.a + m2.a = W2
⇒ (m1 + m2) a = W2
⇒ a = (W2)/(m1 + m2)
|
melaluiataubersamaini :
a = percepatan sistem (m/s2)
W2 = berat benda kedua (N)
m1 = massa benda pertama (kg)
m2 = massa benda kedua (kg)
Tinjau benda I :
∑F = m.a
⇒ T1 = m1.a
Tinjau benda II :
∑F = m.a
⇒ W2 - T2 = m2.a
⇒ T2 = W2 - m2.a
Tinjau Katrol :
∑τ = I.α
⇒ T2.r - T1.r = k mk r2 . a⁄r
⇒ (T2 - T1) r = k.mk.r.a
⇒ T2 - T1 = k.mk.a
Substitusi nilai T1 dan T2 ke persamaan ketiga :
W2 - m2.a - m1.a = k.mk.a
⇒ W2 = k.mk.a + m2.a + m1.a
⇒ W2 = (k.mk + m2 + m1) a
⇒ a = (W2) / (k.mk + m2 + m1)
|
melaluiataubersamaini :
a = percepatan sistem (m/s2)
W2 = berat benda kedua (N)
k = bilangan atau konstanta pada rumus inersia katrol.
mk = massa katrol (kg)
m1 = massa benda pertama (kg)
m2 = massa benda kedua (kg)
Tinjau benda I :
∑F = m.a
⇒ T1 - Fg = m1.a
⇒ T1 = m1.a + Fg
Tinjau benda II :
∑F = m.a
⇒ W2 - T2 = m2.a
⇒ T2 = W2 - m2.a
Tinjau Katrol :
∑τ = I.α
⇒ T2.r - T1.r = k mk r2 . a⁄r
⇒ (T2 - T1) r = k.mk.r.a
⇒ T2 - T1 = k.mk.a
Substitusi nilai T1 dan T2 ke persamaan ketiga :
W2 - m2.a - m1.a - Fg = k.mk.a
⇒ W2 - Fg = k.mk.a + m2.a + m1.a
⇒ W2 - Fg = (k.mk + m2 + m1) a
⇒ a = (W2 - Fg) / (k.mk + m2 + m1)
|
melaluiataubersamaini :
a = percepatan sistem (m/s2)
W2 = berat benda kedua (N)
Fg = gaya gesek antara benda 1 dan bidang garang (N)
k = bilangan atau konstanta pada rumus inersia katrol.
mk = massa katrol (kg)
m1 = massa benda pertama (kg)
m2 = massa benda kedua (kg).
Contoh Soal
Dua benda dihubungkan dengan
tali kemudian dihubungkan dengan tali kemudian digantung pada katrol licin
seperti pada gambar berikut !
Jika massa benda 1 m1 = 2 kg, massa benda 2 m2 = 3 kg dan percepatan gravitasi g = 10 m/s2 (anggap tali tidak bermassa), tentukan :
a.
Percepatan (a) yang
dialami sistem benda
tersebut?
b.
Besar tegangan tali (T) yang menghubungkan kedua benda
tersebut?
Jawab
Uraikan dan gambar terlebih
dahulu vektor berbagai jenis gaya yang bekerja pada kedua benda, diperoleh
a. Menentukan percepatan (a) sistem
Berdasarkan penjabaran vektor pada gambar di atas, dan
dengan menggunakan analisa gaya berat dapat disimpulkan bahwa arah gerak benda
bergerak ke kanan (menuju benda 2), sehingga pada sistem berlaku Hukum II
Newton
Jadi, besar pecepatan benda pada sistem tersebut adalah 2 m/s2
b. Menentukan besar tegangan tali (T)
Untuk menentukan tegangan tali,
ananda dapat melihat salah satu benda beserta uraian vektor dan arah gerak
benda nya.
Lihat benda
2
Berlaku hukum II Newton
∑𝐹2 = 𝑚 2
. 𝑎
𝑤2 − 𝑇 = 𝑚
2 . 𝑎
𝑇 = 𝑤2 − 𝑚
2 . 𝑎
𝑇 = (𝑚2.𝑔)
− (𝑚2.𝑎)
𝑻 = 𝒎𝟐(𝒈
− 𝒂)
𝑻 = 𝟑(𝟏𝟎
− 𝟐)
𝑻 = 𝟐𝟒 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏
C. Rangkuman
Dengan memahami esensi dari
hukum-hukum Newton dan konsep berbagai jenis gaya yang bekerja pada benda pada
lintsan lurus, maka banyak permasalahan/kasus tentang berbagai gerak benda yang
dapat diselesaikan diantaranya:
1.
Benda ketika berada di dalam elevator/ lift
2.
Benda yang tertumpuk
3.
Dua buah benda atau lebih yang terhubung dengan katrol
yang licin
4.
Permasalahan/kasus –kasus yang lebih kompleks lainnya
D. Latihan Soal
1.
Rudi bermassa 60 kg berada di dalam lift yang sedang
bergerak. Jika percepatan gravitasi g = 10 ms-2, tentukan:
a.
Gaya desakan kaki Rudi pada lantai lift, ketika lift
bergerak dengan percepatan 2 m/s2 ke atas
b.
Gaya desakan kaki Rudi pada lantai lift, ketika lift
bergerak dengan percepatan 2 m/s2 ke bawah
2.
Dua buah balok dengan massa mA = 3 kg dan mB= 1 kg dihubungkan dengan tali tak bermassa melalui
katrol yang diam, sedangkan lantai kasar dengan nilai koefisien gesekan μ adalah 0,2 seperti pada gambar di
bawah.
Jika percepatan gravitasi g = 10 ms-2, tentukan:
a. Besar
percepatan yang dialami kedua benda
b. Besar
Tegangan tali yang menghubungkan kedua benda tersebut
Pembahasan Latihan Soal
1. Perhatikan gambar kejadian berikut !
a. Menentukan
gaya normal rudi (NR) yang
bekerja pada lantai (NR) ketika lift dipercepat ke atas
Karena lift bergerak dengan percepatan konstan, maka berlaku hukum II Newton, sehingga dapat ditulis
∑𝐹 = 𝑚 . 𝑎
𝑁𝑅 − 𝑤𝑅
= 𝑚 . 𝑎
𝑁𝑅 = 𝑚
. 𝑎 + 𝑤𝑅
𝑁𝑅 = 𝑚 . 𝑎 + 𝑚 . 𝑔
𝑁𝑅 = (60 × 2) + (60 × 10)
𝑁𝑅 = 120 + 600
𝑵𝑹 = 𝟕𝟐𝟎 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏
Jadi desakan kaki Rudi pada
lantai lift yang sedang bergerak ke atas adalah 720 Newton
b. Menentukan
gaya normal rudi yang bekerja pada
lantai (NR) ketika lift dipercepat
ke bawah
Perhatikan gambar kejadian
berikut !
Karena lift bergerak dengan percepatan konstan, maka berlaku hukum II Newton, sehingga dapat ditulis
∑𝐹 = 𝑚 . 𝑎
𝑤𝑅 − 𝑁𝑅
= 𝑚 . 𝑎
𝑁𝑅 = 𝑤𝑅 − ( 𝑚 . 𝑎)
𝑁𝑅 = (𝑚 . 𝑔) − (𝑚 . 𝑎)
𝑁𝑅 = (60 × 10) − (60 × 2)
𝑁𝑅 = 600 − 120
𝑵𝑹 = 𝟒𝟖𝟎 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏
Jadi desakan kaki Rudi pada
lantai lift yang sedang bergerak ke bawah adalah 480 Newton
2. Perhatikan gambar penguraian vektor yang
bekerja pada kasus di atas
a. Menentukan percepatan (a) yang dialami oleh sistem
benda
Lihat sistem, benda bergerak dipercepat menuju benda B, sehingga berlaku hukum II
Newton dan dapat ditulis
∑ 𝐹𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑚 = 𝑚𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑚
.𝑎
𝑤𝐵 − 𝑇
+ 𝑇 − 𝑓𝐴 = (𝑚𝐴 + 𝑚𝐵)
. 𝑎
(𝑚𝐵. 𝑔)
− (𝜇 . 𝑁𝐴) = (𝑚𝐴 +
𝑚𝐵) . 𝑎 (𝑚𝐵. 𝑔) − (𝜇 . 𝑤𝐴)
= (𝑚𝐴 + 𝑚𝐵) . 𝑎
(𝑚𝐵. 𝑔)
− (𝜇 . 𝑚𝐴.𝑔) = (𝑚𝐴
+ 𝑚𝐵) .𝑎
(1 × 10) − (0,2 × 3 × 10) =
(3 + 1) . 𝑎
(10) − (6) = (4) × 𝑎
4 = 4 × 𝑎
𝒂 = 𝟏 𝒎/𝒔𝟐
Jadi, percepatan yang
dialami kedua benda pada sistem di atas adalah 1 m/s2
b. Besar tegangan tali yang menghubungkan kedua benda
Untuk menentukan besar tegangan
tali yang menghubungkan kedua benda, ananda dapat melihat dengan memilih salah
satu benda pada sistem tersebut.
Lihat benda
B, diperoleh
∑ 𝐹𝐵 = 𝑚𝐵 . 𝑎𝑤𝐵 − 𝑇 = 𝑚𝐵.𝑎(𝑚𝐵. 𝑔) − 𝑇 = 𝑚𝐵.𝑎𝑇 = (𝑚𝐵. 𝑔) − (𝑚𝐵.𝑎)𝑇 = (1 × 10) − (1 × 1)𝑇 = 10 − 1𝑻 = 𝟗 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐
Jadi, besar tegangan tali yang menghubungkan balok A dan balok
pada sistem di atas adalah 9 Newton.
Isilah pertanyaan pada tabel di
bawah ini sesuai dengan yang kalian ketahui, berilah penilaian secara jujur,
objektif, dan penuh tanggung jawab dengan memberi tanda pada kolom Jawaban.
|
No |
Pertanyaan
|
Jawaban
|
|
|
Ya |
Tidak
|
||
|
1 |
Apakah
Ananda mampu menerapkan hukum-hukum Newton tentang gerak pada suatu benda di
setiap kejadian? |
|
|
|
2 |
Apakah
Ananda dapat melukiskan vektor berbagai jenis gaya yang kompleks sesuai
konsep yang bekerja pada suatu benda? |
|
|
|
3 |
Apakah Ananda mampu menjawab dan memahami soal-soal yang
tertera pada latihan soal? |
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
•
Jika ada jawaban “Tidak” maka segera lakukan
review pembelajaran.
•
Jika semua jawaban “Ya” maka Anda dapat melanjutkan
kegiatan Pembelajaran berikutnya
EVALUASI
Petunjuk :
Untuk menjawab soal evaluasi
berikut, pererta didik dapat melihat nilai-nilai trigonometri sudut-sudut
istimewa dan aturan konsep sederhana trigonometri berikut!
1.
Seseorang yang massanya 80 kg di timbang dalam lift.
Jarum timbangan menunjukkan 1000 Newton,
bila percepatan gravitasi bumi 10 m.s–2 dapat di simpulkan
bahwa …
A.
massa orang dalam lift menjadi 100 kg
B.
lift bergerak ke atas dengan kecepatan tetap
C.
lift bergerak ke bawah dengan kecepatan tetap
D.
lift bergerak ke bawah dengan percepatan tetap
E.
lift bergerak ke atas dengan percepatan tetap
2.
Perhatikan gambar berikut !
Balok bermassa 4 kg bekerja tiga
buah gaya seperti gambar di atas. Jika lantai licin, maka balok dalam keadaan….
A.
Diam (tidak bergerak)
B.
Bergerak lurus berubah beraturan arah ke kanan
C.
Bergerak lurus berubah beraturan arah ke kiri
D.
Bergerak lurus beraturan arah ke kanan
E.
Bergerak lurus beraturan arah ke kiri
3.
Karena gaya rem sebesar 500 Newton, benda yang massanya
50 kg berhenti setelah menempuh jarak 2 meter. Kecepatan benda sesaat sebelum
di rem adalah...
A. 10 m/s
B. 20 m/s
C. 30 m/s
D. 40 m/s
E. 50 m/s
4.
Petugas BNPB menjatuhkan bantuan untuk daerah bencana
dari atas helikopter. Jika massa total bantuan adalah 100 kg, sedangkan gesekan
udara yang bekerja pada waktu itu adalah 600 Newton, dan percepatan gravitasi
bumi g adalah 10 m/s2. Maka bantuan tersebut akan jatuh dengan
percepatan....
A. 5,0 m/s2
B. 4,5 m/s2
C. 4,0 m/s2
D. 3,5 m/s2
E. 3,0 m/s2
5.
Perhatikan gambar berikut !
Sebuah balok kayu yang massanya 18 kg terletak pada bidang miring yang kasar, dan ditarik dengan gaya F sebesar 200 Newton sehingga mengalami percepatan 3 m/s2. Jika percepatan gravitasi g adalah 10 m/s2, maka gaya gesekan yang dialami balok terhadap bidang miring tersebut adalah...
A. 54 Newton
B. 56 Newton
C. 70 Newton
D. 75
Newton
E. 84 Newton
6.
Perhatikan gambar berikut !
A. 12 Newton
B. 14 Newton
C. 15 Newton
D. 16
Newton
E. 18 Newton
7.
Kedua balok A dan B masing-masing memiliki massa 8 kg
dan 5 kg, dihubungkan dengan tali tak bermassa melalui katrol yang licin
seperti gambar berikut !
Koefisien gesekan statis dan kinetis antara balok dan
lantai adalah 0,5 dan 0,3, sedangkan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s2.
Jika balok C yang bermassa 4 kg diletakkan di atas balok A maka akan
terjadi....
A.
Tegangan tali sistem lebih kecil dari keadaan semula
B.
Tegangan tali sistem menjadi dua kali dari keadaan
semula
C.
Sistem balok menjadi diam
D.
Sistem balok bergerak dengan percepatan dua kali dari
yang semula
E.
Sistem balok bergerak dengan percepatan setengah kali
dari yang semula
8.
Perhatikan gambar berikut !
Jika diketahui m1 = 4 kg dan m2 = 2 kg, dan balok 1 berada pada lantai yang kasar dengan koefisien gedekan kinetik µk = 0,3. Balok 2 mula-mula diam dan bergerak ke bawah. jika percepatan gravitasi g = 10 m/s2, maka waktu yang dibutuhkan benda 2 mencapai tanah adalah...
A. 3 sekon
B. 4 sekon
C. 5 sekon
D. 6 sekon
E. 7 sekon
9.
Benda dengan massa 4 kg terletak di atas bidang
mendatar. Pada benda bekerja gaya mendatar sebesar 50 Newton. Jika koefisien
gesekan statis 0,75, koefisien gesekan kinetis 0,5 dan percepatan gravitasi g =
10 m/s2, perhatikan pernyataan berikut :
I.
Benda akan diam
II.
Gaya gesekan yang bekerja pada benda sebesar 20 Newton
III.
Percepatan yang dialami benda adalah 5 m/s2
IV.
Benda bergerak dengan percepatan konstan Pernyataan di
atas yang sesuai adalah...
A.
I saja
B.
I dan II
C.
II dan III
D.
II dan IV
E.
III dan IV
10.
Perhatikan gambar berikut !
Tiga buah benda dihubungkan
dengan katrol seperti gambar di samping. Jika m1 = 1 kg, m2
= 2 kg dan m3 = 3 kg, sedangkan koefisin gesekan kinetis bidang sentuh
adalah 0,1, maka besar tegangan tali yang menghubungkan benda m2 dan
m3 adalah... (g = 10 m/s2)
A. 13 Newton
B. 15 Newton
C. 17 Newton
D. 19
Newton
E. 21 Newton
KUNCI JAWABAN EVALUASI
1.
E
2.
B
3.
A
4.
C
5.
B
6.
D
7.
C
8.
D
9.
D
10.
E













Komentar
Posting Komentar