- Pelajari dan pahami peta materi yang disajikan dalam setiap modul
- Pelajari dan pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan pembelajaran
- Pelajari uraian materi secara sistematis dan mendalam dalam setiap kegiatan pembelajaran.
- Lakukan uji kompetensi di setiap akhir kegiatan pembelajaran untuk mengetahui tingkat penguasaan materi.
- Diskusikan dengan guru atau teman jika mengalami kesulitan dalam pemahaman materi. Lanjutkan pada modul berikutnya jika sudah mencapai ketuntasan yang diharapkan.
Gambar 1. Hakikat Fisika
- Mengamati (observasi), yaitu melakukan kegiatan yang melibatkan panca indera (melihat, mendengar, merasakan, meraba, mencium) terhadap suatu benda atu fenomena alam yang diselidiki.
- Menggolongkan (mengklasifikasikan), yaitu memilah berbagai benda atau fenomena alam berdasarkan persamaan sifat atau karakteristik nya sehingga diperoleh kumpulan sejenis dari benda atau fenomena alam yang diselidiki
- Melakukan pengukuran, yaitu membandingkan besaran-besaran tertentu dari suatu benda atau fenomena alam dengan besaran lain (sejenis) yang ditetapkan sebagai satuan.
- Mengajukan pertanyaan, yaitu membuat pertanyaan-pertanyaan terkait benda atau fenomena alam yang diselidiki dan mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dapatdijawab melalui penyelidikan ilmiah.
- Merumuskan hipotesis, yaitu menjelaskan pengamatan dalam terminologi konsep dan prinsip serta menggunakan penjelasan untuk membuat prediksi fenomena yang diamati
- Merencanakan dan melakukan penyelidikan (percobaan), yaitu membuat rancangan kerja ilmiah untuk memperoleh sejumlah data dan kemudian melakukan kerja ilmiah sesuai rancangan tersebut.
- Menginterpretasi dan menafsirkan data atau informasi, yaitu melakukan analisis data, melakukan generalisasi, menarik kesimpulan, serta membuat prediksi berdasarkan pola atau acuan tertentu.
- Mengkomunikasikan, yaitu menyampaikan hasil percobaan atau penyelidikan dengan menggunakan cara dan media yang tepat.
Fisika merupakan ilmu yang bersifat fundamental, yaitu ilmu pengetahuan yang menjadi dasar dan memiliki banyak kontribusi bagi ilmu pengetahuan lainnya, seperti kimia, biologi, kosmologi dan geologi. Selain itu luasnya cakupan atau lingkup kajian ilmu fisika juga berkontribusi pada lahirnya ilmu pengetahuan baru yang merupakan gabungan antara ilmu fisika dengan disiplin ilmu lainnya. Beberapa ilmu pengetahuan tersebut antara lain:
- Astrofisika, yaitu ilmu tentang sifat-sifat dan interaksi-interaksi benda-benda langit yang terdapat dalam ilmu astronomi
- Biofisika, yaitu ilmu tentang interaksi-interaksi fisis pada proses-proses biologi
- Fisika kimia, yaitu ilmu tentang hubungan-hubungan fisis yang terdapat dalam ilmu kimia
- Ekonofisika, yaitu ilmu tentang proses dan hubungan-hubungan fisis dalam ilmu ekonomi
- Geofisika, yaitu ilmu tentang hubungan fisis yang terdapat di planet bumi
- Fisika medis, yaitu ilmu tentang penerapan fisika dalam bidang kedokteran(medis) pada prose pencegahan, diagnosi, dan pengobatan penyakit.
3. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi, ilmu adalah pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu pengetahuan dapat disebut ilmu dan dikatakan ilmiah adalah sebagai berikut:
- Objektik, artinya pengetahuan sesuai dengan objeknya atau didukung fakta empiris.
- Metodik, artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
- Sistematik, pengetahuan itu disusun dalam suatu sistem yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
- Berlaku umum, artinya pengetahuan itu tidak hanya diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimen yang sama akan memeproleh hasil yang sama pula.
Langkah-langkah Metode Ilmiah
Alur berfikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam langkahlangkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah yang disebut langkahlangkah operasional metode ilmiah, yaitu sebagai berikut:
1. Melakukan Pengamatan atau Observasi
Langkah awal yang harus dilalukan dalam sebuah penelitian adalah melakukan pengamatan atau observasi untuk menemukan masalah melalui pengamatan kuantitatif atau kualitatif.
Contoh : Air sebagai zat cair merupakan salah satu sumber pemanfaatan energi untuk pembangkit listrik yang karakteristknya perlu diketahui agar tepat guna.
2. Merumuskan Masalah
Masalah merupakan pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, atau bagaimana tentang objek yang diteliti yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
Contoh: Bagaimana hubungan antara suhu zat cair dengan lama pemanasan zat cair tersebut
3. Mengumpulkan Data atau Informasi
Informasi atau data dapat diperoleh dari literatur, buku atauinformasi yang ada di internet yang sesuai dan mendukung teori dalam penelitian.
Contoh: Zat cair dapat menyerap kalor secara spesifik bergantung dari jenis dan susunan partikelnya.
4. Membuat Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara atau dugaan sementara tentang masalah yang diselidiki. Jika setelah diuji hipotesis tidak diterima, kita harus mengubah hipotesis tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan. Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan saat menyusun hipotesisi adalah:
•Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
•Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen Contoh: Semakin lama dilakukan pemanasan, semakin tinggi kenaikan suhu dari zat cair
5. Melakukan percobaan atau Eksperimen
Percobaan atau eksperimen dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis. Percobaan biasanya dilakukan berulang kali sehingga dapat ditarik kesimpulan. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada suatu percobaan yang meliputi:
Variabel bebas, yaitu variabel yang dapat diubah bebas
Variabel terikat, yaitu variabel yang diteliti dan perubahannya bergantung pada variabel bebas.
Variabel kontrol, yaitu variabel yang selama percobaan dipertahankan tetap.
Ketika melakukan eksperimen kalian harus memperhatikan hal-hal berikut:
*Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen
*Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan
*Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
*Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.
6. Menganalisis Data
Analisis data merupakan pekerjaan yang cukup rumit. Data dapat disajikan di dalam tabel, matriks, atau grafik. Data yang diperoleh dapat dianalisis secara statistik dan nonstatistik. Tampilan data dapat berupa grafik batang, pie, histogram, gambar, maupun skema.
7. Menarik Kesimpulan
Kesimpulan merupakan penilaian apakah dalam sebuah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Apabaila dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup mendukung hipotesis, maka hipotesis itu diterima. Sebaliknya, jika dalam proses pengujian tidak terdapat cukup fakta yang mendukung hipotesis, maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi syarat keilmuan, yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya dan telah teruji kebenarannya. Pengertian kebenaran disini harus ditafsirkan secara pragmatis. Artinya, bahwa sampai saat ini belum terdapat fakta yang menyatakan sebaliknya.
4. Keselamatan Kerja di Laboratorium
Dalam melakukan penelitian atau praktikum Fisika, kita terkadang diharuskan bekerja di laboratorium. Laboratorium merupakan ruangan yang memiliki risiko yang cukup besar. Keselamatan semua pihak merupakan tanggung jawab semua pengguna laboratorium. Namun, banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga tidak menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah tersedia Dilaboratorium banyak terdapat bahan kimia yang merupakan bahan mudah meledak, mudah terbakar, beracun, dll. Selain itu terdapat juga benda mudah pecah dan menggunakan listrik. Maka dari itu, kita harus sangat berhati-hati dalam menggunakan laboratorium. Banyak hal yang perlu kita ketahui dan perhatikan demi menjaga keselamatan diri saat bekerja di laboratorium, diantaranya:
a. Laboratorium yang Baik
Ruangan laboratorium yang memenuhi standar adalah salah satu faktor untuk menghindari kecelakaan kerja. Syarat tersebut meliputi kondisi ruangan, susunan ruangan, kelengkapan peralatan keselamatan, nomor telepon penting (pemadam kebakaran, petugas medis), dll. Ruangan laboratorium yang memiliki sistem ventilasi yang baik. Proses keluar masuk udara yang stabil. Sirkulasi udara segar yang masuk ke dalam ruangan. Keduanya harus diperhatikan dengan baik. Semakin baik sirkulasi udara, maka kondisi laboratorium juga akan sehat. Seperti halnya rumah, sirkulasi udara berada pada posisi utama dan tidak dapat dikesampingkan begitu saja.
Ruangan laboratorium harus ditata dengan rapi. Penempatan bahan kimia dan peralatan percobaan harus ditata dengan rapi supaya memudahkan untuk mencarinya. Bila perlu, berikan denah dan panduan penempatan bahan kimia di raknya supaya semakin memudahkan untuk mencari bahan kimia tertentu. Alat keselamatan kerja harus selalu tersedia dan dalam kondisi yang baik. Terutama kotak P3K dan alat pemadam api. Berikan juga nomor telepon penting seperti pemadam kebakaran dan petugas medis supaya saat terjadi kecelakaan yang cukup parah dapat ditangani dengan segera. Berikan juga lembaran tentang cara penggunaan alat pemadam api dan tata tertib laboratorium.
Laboratorium harus memiliki jalur evakuasi yang baik. Laboratorium setidaknya memiliki dua pintu keluar dengan jarak yang cukup jauh. Bahan kimia yang berbahaya harus ditempatkan di rak khusus dan pisahkan dua bahan kimia yang dapat menimbulkan ledakan bila bereaksi.
b. Tata Tertib Keselamatan Kerja
Aturan umum dalam tata tertib keselamatan kerja adalah sebagai berikut:
- Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
- Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
- Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
- Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
- Bertanyalah jika Anda merasa ragu atau tidak mengerti saat melakukan percobaan.
- Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
- Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium.
- Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
- ika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
- Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
- Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
- Buanglah sampah pada tempatnya.
- Usahakan untuk tidak sendirian di ruang laboratorium. Supaya bila terjadi kecelakaan dapat dibantu dengan segera.
- Jangan bermain-main di dalam ruangan laboratorium.
- Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
- Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.
c. Alat Keselamatan Kerja
Di dalam ruang laboratorium harus sudah tersedia seluruh alat keselamatan kerja supaya saat terjadi kecelakaan atau darurat, itu bisa diatasi dengan cepat. Berikut adalah alat-alat keselamatan kerja yang ada di laboratorium. Pastikan semuanya tersedia dan Anda tahu dimana letaknya.
1.Pemadam kebakaran (hidrant)
2.Eye washer
3.Water shower
4.Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
5.Jas Laboratorium
6.Peralatan pembersih
7.Obat-obatan
8.Kapas
9.Plaster pembalut
d. Aturan-Aturan Keselamatan Kerja
Dalam pelajaran sains, melakukan penelitian atau pengamatan di laboratorium sangat diperlukan. Pekerjaan di laboratorium sangat membutuhkan keterampilan dan ketelitian. Ketelitian dibutuhkan agar mengurangi resiko kecelakaan saat melakukan kerja di laboratorium.
Laboratorium sebagai tempat untuk melakukan eksperimen dalam kerja ilmiah termasuk salah satu tempat yang memiliki risiko tinggi menimbulkan kecelakaan. Percobaan dan pengalaman bisa berjalan dengan lancar apabila memperhatikan keselamatan kerja, baik keselamatan individu maupun bahan-bahan dan alat yang digunakan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan laboratorium harus tahu terlebih dahulu alat-alat laboratorium dan fungsinya.
Keselamatan kerja di laboratorium IPA menyangkut keselamatan terhadap pengguna dan juga keselamatan terhadap alat-alat dan bahan yang digunakan. Dalam hal keselamatan pengguna maka perlu dibuatkan aturan atau tata tertib di laboratorium serta peringatanperingatan terhadap bahan-bahan yang berbahaya, sedangkan keselamatan alat-alat perlu diperkenalkan bentuk-bentuk dan nama-nama alat serta bagaimana cara menggunakan dan cara menyimpannya.
e. Jenis-jenis bahaya dalam laboratorium
Jenis-jenis bahaya dalam laboratorium di antaranya adalah sebagai berikut.
- Kebakaran, sebagai akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut organik, asezena, etil alkohol, etil eter dan lain-lain.
- Ledakan, sebagai akibat reaksi eksplosif dari bahan-bahan reaktif seperti oksidator ▪ Keracunan bahan kimia yang berbahaya, seperti arsen, timbal dan lain-lain.
- Iritasi, yaitu peradangan pada kulit atau saluran pernapasan dan juga pada mata sebagai kontak langsung dengan bahan-bahan korosif.
- Luka pada kulit atau mata akibat pecahan kaca, logam, kayu dan lain-lain.
- Sengatan listrik.
f. Usaha pencegahan kecelakaan di laboratorium
Usaha atau tindakan pencegahan kecelakaan di laboratorium yang paling baik adalah bersikap dan bertindak hati-hati, bekrja dengan teliti dan tidak ceroboh, serta mentaati segala peraturan dan tata trtib yang berlaku. Usaha atau tindakan pencegahan kemungkinan timbulnya kecelakaan antara lain sebagai berikut.
- Penyediaan berbagai alat atau bahan yang ditempatkan di tempat yang mudah dicapai. alat dan bahan itu, misalnya sebagai berikut.
- Ember berisi pasir, untuk menanggulangi kebakaran kecil agar tidak terjadi kebakaran yang besar
- Alat pemadam kebakaran dan selimut yang terbuat dari bahan tahan api.
- Kotak P3K untuk memberikan pertolongan pertama.
- Tidak mengunci pintu pada waktu laboratorium sedang dipakai dan mengunci pintunya pada waktu laboratorium tidak dipakai.
- Pada waktu di laboratorium tidak ada guru atau laboran, siswa tidak diperkenankan masuk.
- Penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang khusus, tidak berdekatan dengan nyala api atau tempat yang ada percikan api listrik, misalkan pada alat yang memakai relay atau motor listrik.
- Penyimpanan bahan-bahan yang tergolong racun atau berbahaya (misal air raksa dan bahan kimia lain) di tempat terkunci dan aman.
- Pengadaan latihan-latihan cara mengatasi kebakaran secara periodik.
- Penggunaan tegangan listrik yang rendah dalam melakukan percobaan listrik, misalnya 12 volt atau 15 volt.
- Pengadaan sakelar pusat untuk listrik sehingga jika diperlukan semua aliran listrik di dalam laboratorium dapat diputuskan.
- Penggantian kawat sekring pengaman harus dilakukan dengan sekring yang setara.
- Pengadaan jaringan listrik tambahan tidak diperkenankan kecuali yang dilakukan oleh instalator listrik dengan izin dari PLN.
g. Aturan di laboratorium
Untuk menghindari kecelakaan, para pengguna laboratorium diharapkan dapat mematuhi aturan yang berlaku. Berikut beberapa aturan yanga berlaku di laboratorium IPA.
1. Aturan-Aturan di Laboratorium
- Siswa tidak diperbolehkan masuk tanpa izin guru
- hendaknya memakai jas praktikum apabila mangadakan kegiatan di laboratorium.
- Bacalah semua petunjuk untuk melakukan eksperimen. Ikuti petunjuknya, apabila masih bingung tanyakan kepada guru Anda.
- Pada saat kegiatan praktikum berlangsung, dilarang makan dan minum.
- Dilarang menyalakan api.
- Gunakan alat-alat sesuai petunjuk dan seizin guru Anda.
- Selesai melakukan kegiatan, kembalikan alat-alat ke tempat semula dalam keadaan bersih dan rapi.
- Cucilah tangan setelah melakukan kegiatan.
- Bersihkan meja kerja dan ruangan laboratorium setelah kegiatan selesai.
- Kontrol lagi semua peralatan dan pastikan semua dalam keadaan aman.
2. Aturan-Aturan Keselamatan terhadap Listrik
Bahaya listrik dapat disebabkan oleh tegangan listrik dari PLN ataupun alat-alat yang menghasilkan tegangan listrik, misalnya generator. Cara untuk menghindari kecelakaan terhadap penggunaan listrik antara lain sebagai berikut.
- Pastikan tangan dan meja dalam keadaan kering agar tidak terjadi sengatan listrik.
- Pastikan keadaaan listrik telah terputus dari sumber listrik saat melakukan penyetelan dan pengubahan rangkaian listrik.
- Jangan menggunakan steker yang bertumpuk-tumpuk di stopkontak karena dapat menyebabkan kelebihan beban sehingga menimbulkan panas dan memicu kebakaran.
h. Jenis Kecelakaan yang Mungkin Terjadi dan Penanganannya
Kecelakaan yang mungkin terjadi di laboratorium fisika adalah kebakaran dan adanya kejutan listrik. Kedua jenis kecelakaan ini tidak akan terjadi jika terdapat usaha pencegahan dan penanggulangan yang tepat.
i. Pencegahan dan Penanggulangan Kejutan Listrik.
Kecelakaan akibat kejutan listrik dapat dicegah dengan cara sebagai berikut.
- Menyediakan pemutus arus yang dekat dengan jangkauan.
- Mengetahui letak kabel yang terhubung dengan sumber tegangan utama saat berfungsi.
- Mengetahui kesesuaian tegangan yang akan digunakan dengan kemampuan alat yang akan dipakai.
- Menyediakan saklar penyambung dan pemutus stopkontak masing-masing.
- Memastikan semua kabel terhubung sempurna.
- Memberikan petunjuk pada pengguna laboratorium sebelum melakukan kegiatan yang
- berkaitan dengan arus listrik.
Jika terjadi kejutan listrik, putuskan aliran listrik dengan langkah-langkah sebagai berikut.
- Melakukan hubungan pendek.
- Melepaskan steker dari stopkontak.
- Memutus arus melalui sakelar yang tersedia
- Menarik bagian tubuh penderita yang terkena dengan isolator.
Pemicu kebakaran sering disebut dengan istilah segitiga api, antara lain unsur oksigen, panas, dan bahan bakar. Pencegahan kebakaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
- Menjauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber panas.
- Memastikan selalu tersedia sumber air, selimut api, dan pemadam yang siap dipakai.
- Mematikan segera bunsen jika sudah tidak digunakan.
- Nyala pembakar bunsen mungkin tidak kelihatan dalam cahaya terang. Jika alat ini tidak digunakan hendaknya dikecilkan dan ditutup jalan udaranya.
- Botol yang berisi zat yang mudah terbakar hendaknya jangan disimpan atau dibuka dekat nyala api.
- Nyala pembakar spirtus mungkin tidak kelihatan dalam cahaya terang. Jika alat ini tidak digunakan hendaknya api dipadamkan dan sumbunya ditutup dengan tutup khusus.
- Sisa fosfor sebaiknya dibakar sampai habis sebelum alat yang digunakan dibersihkan.
- Yakinlah bahwa Anda meninggalkan laboratorium setelah mematikan api, lampu dan lain-lai yang mungkin bisa menimbulkan kebakaran.
- Jangan buang sisa bahan yang masih panas ke tempat sampah.
- Periksa dahulu jika akan membuang bahan yang masih ada ke tempat sampah.
- Sebelum meninggalkan laboratorium, yakinkan diri bahwa semua api/pembakar dan listrik telah dipadamkan
Penanggulangan kebakaran antara lain sebagai berikut.
- Apabila api membesar harus segera dipadamkan.
- Api yang baru timbul segera dipadamkan dengan kain atau karung basah atau selimut api.
- Menggunakan pemadam kebakaran
k. Simbol Keselamatan Kerja
Simbol ini harus diperhatikan dan dipahami supaya kalian mengetahui bahaya yang ada pada suatu benda atau zat kimia.
- Animal hazard adalah bahaya yang berasal dari hewan. Mungkin saja hewan itu beracun karena telah disuntik bermacam-macam zat hasil eksperimen atau dapat menggigit dan mencakar Anda.
- Sharp instrument hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang tajam. Benda itu jika tidak digunakan dengan benar maka dapat melukai Anda.
- Heat hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang panas. Tangan Anda akan kepanasan jika menyentuh benda tersebut dalam keadaan aktif atau menyala.
- Glassware hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah pecah. BIasanya berupa gelas kimia.
- Chemical hazard adalah bahaya yang berasal dari bahan kimia. Bisa saja bahan kimia itu dapat membuat kulit kita gatal dan iritasi.
- Electrical hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang mengeluarkan listrik. Hati-hati dalam menggunakannya supaya tidak tersengat listrik.
- Eye & face hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang dapat membuat iritasi pada mata dan wajah. Gunakan masker atau pelindung wajah sebelum menggunakan bahan tersebut.
- Fire hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah kerosin (minyak tanah) dan spiritus.
- Biohazard adalah bahaya yang berasal dari bahan biologis. Bahan tersebut bisa dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti AIDS. Contohnya adalah tempat pembuangan jarum suntik.
- Laser radiation hazard adalah bahaya yang berasal dari sinar laser.
- Radioactive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda radioaktif. Benda ini dapat mengeluarkan radiasi dan jika terpapar terlalu lama maka akan menyebabkan kanker.
- Explosive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah meledak. Jauhkan benda tersebut dari api.
- Pengetahuan tentang vektor diaplikasikan pada teknologi sistem navigasi pesawat terbang dan kapal laut
- Pengetahuan tentang mekanika (terutama hukum Newton, momentum, impuls) diaplikasikan pada berbagai teknologi mesin mekanik, senjata militer, dan roket.
- Pengetahuan tentang Termodinamika diaplikasikan pada teknologi mesin kalor dan pendingin.
- Pengetahuan tentang sifat-sifat zat padat (semi konduktor), optika, dan listrik diaplikasikan pada teknologi komputer dan internet.
- Pengetahuan tentang optika diaplikasikan pada berbgai teknologi seperti cermin, lensa, kacamata, periskop, lup, kamera, mikroskop, dan teleskop.
- Pengetahuan tentang mekanika fluida diaplikasikan pada berbagai teknologi seperti kapal laut, kapal selam, mesin pengangkat mobil dan pompa
- Pengetahuan tentang dinamika rotasi dan benda tegar diaplikasikan pada teknologi konstruksi jembatan, bangunan rumah, gedumg, dan bangunan-bangunan fisik lainnya
- Pengetahuan tentang medan magnet dan induksi elektromagnetik diaplikasikan pada teknologi motor listrik dan generator (mesin pembangkit listrik)
- Pengetahuan gelombang elektromagnetik diaplikasikan dalam teknologi alat-alat kedokteran, laser dan satelit
- Pengetahuan tentang inti atom dan radioaktivitas diaplikasikan dalam teknologi kedokteran nuklir, pembangkit listrik tenaga nuklir, senjata nuklir.
- Pengetahuan tentang mekanika, termodinamika, listrik dan magnet diaplikasikan pada berbagai produk teknologi dalam bidang transportasi, seperti sepeda motor, mobil, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Dengan adanya produk-produk teknologi tersebut kita dapat bepergian dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat
- Pengetahuan tentang listrik, magnet, energi, dan gelombang elektromagnetik, diaplikasikan pada berbagai peralatan rumah tangga, seperti lampu listrik, radio, televisi, tape recorder, pemanggang (oven), microwave, hair dryer, komporlistrik, solder listri, kipas angin, dan berbagai peralatan listrik lainnya.
- Selain berperan memudahkan kehidupan manusia melalui berbagai aplikasinya dalam berbagai produk teknologi, fisika juga berperan melahirkan keilmuan baru. Hal ini karena keilmuan fisika terus berkembang berdasarkan hasil kajian terhadap fenomenafenomena baru.
- Penemuan energi listrik memanfaatkan konsep energi dalam fisika.
- Penemuan energi listrik memanfaatkan konsep energi dalam fisika.
- Penemuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mengubah energi cahaya menjadi listrik.
- Penemuan energi radioaktif sebagai radioaktif sebagai salah satu sumber energi alternatif.
- Cabang-cabang Fisika seperti mekanika, fisika kuantum, mekanika fluida, elektronika, termodinamika, fisika inti, dan fisika gelombang.
- Ruang lingkup Fisika meliputi ruang lingkup aktivitas makhluk hidup dan tak hidup serta ruang lingkup kondisi fisik makhluk hidup dan tak hidup.
- Metode ilmiah adalah serangkaian langkah-langkah dalam melakukan identifikasi masalah, mengumpulkan data dalam cakupan masalah yang ada, memilah data untuk mencari hubungan, merumuskan hipotesis atau dugaan ilmiah sementara, menguji hipotesis secara tepat dan mengonfirmasi hipotesis/dugaan ilmiah apabila terdapat temuan-temuan baru dalam eksperimen yang dilakukan.
- Keselamatan kerja adalah suatu langkah untuk menjaga keselamatan baik unsur yang terkait subjek (praktikan) maupun objek (peralatan dan ruang praktikum).
- jelaskan alat ukur apa saja yang dibutuhkan dalam penyelidikan tersebut!
- susunlah langkah kerja ilmiahnya!
- susun tata tertib kerja di laboratorium untuk menjamin keselamatan kerja dalam penyelidikan tersebut!
- Tuliskan 3 hakikat fisika!
- Jelaskan perbedaan fakta dan konsep, berilah contohnya!
- Tuliskan urutan langkah atau prosedur dalam metode ilmiah!
- Suatu penelitian mendapatkan simpulan bahwa air murni memiliki titik beku 0,036oC dan titik didihnya 98,966 oC dan setiap penambahan garam dengan konsentrasi 20 gram/liter tititk beku air turun sekitar -2,5 oC dan titik didihnya naik sebesar 0,4 oC a. sebutkan variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol!Berdasarkan pernyataan tersebut,
b. tuliskan judul penelitian yang sesuai!c. tuliskan rumusan masalah yang sesuai! - Pada hari Kamis, 13 Februari 2014 gunung Kelud meletus. Cabang Fisika apakah yang mempelajari kejadian tersebut? Berilah alasan kalian!
- Saat bekerja dilaboratorium selain dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam mentaati aturan/tata tertib, di laboratorium juga harus tersedia alat keselamatan kerja. Tuliskan 5 (lima) contoh alat tersebut!
- Hakikat Fisika adalah sebagai produk (“a body of knowledge”), fisika sebagai sikap (“a way of thinking”), dan fisika sebagai proses (“a way of investigating”).
- ~ Fakta ilmiah adalah deskripsi akurat tentang apa yang teramati, atau pernyataan objektif yang dapat dikonfirmasikan kebenarannya (empiric) tentang sesuatu yang benar-benar ada atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Contohnya: magnet menarik benda-benda tertentu, butiran zat cair air yang jatuh di udara berbentuk bulat, dan pelangi terdiri atas beberapa warna. Sedangkan ~ ~ konsep adalah rumusan akal atau gagasan umum tentang objek atau kejadian yang didasarkan pada sifat-sifat objek atau kejadian tersebut. Contohnya: kutub magnet adalah bagian pada magnet yang memiliki kekuatan paling tinggi dan jarak adalah panjang lintsan yang dilalui benda ketika bergerak.
- Urutan langkah metode ilmiah adalah: Melakukan pengamatan, merumuskan masalah, mengumpulkan data/informasi, merumuskan hipotesa, melakukan percobaan, menganalisis data, dan menarik kesimpulan.
- a) Variabel bebas: konsentrasi garam, variabel terikat: titik didih dan titik beku air, variabel kontrol: kemurnian air
b) Judul Penelitian: Pengaruh konsentrasi garam pada air terhadap titik beku dan titik didih air.
c) Rumusan masalah: Bagaimanakah pengaruh konsentrasi garam dalam air terhadap titik didih dan titik leburnya? - Gunung Kelud yang meletus dipelajari dalam geofisika karena geofisika mempelajari bumi dengan prinsip-prinsip fisika yang mencakup seismologi, vulkanologi, dan geodinamika.
- Lima alat keselamatan kerja diantaranya:
Pemadam kebakaran (hidrant)
Eye washer
Water shower
Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
Jas Laboratorium
Peralatan pembersih
Obat-obatan
EVALUASI
Pilihlah
jawaban yang paling benar!
1. Saat melakukan kegiatan ilmiah, gagasan dan pemikiran ilmuan fisika didasari dari rasa ingin tahu yang tinggi, diiringi dengan rasa percaya diri, sikap sisiplin, obyektif, jujur, dan mau mendengar pendapat orang lain. Hal tersebut merupakan ciri hakikat fisika sebagai….
A. ilmu
B. produk
C. sains
D. sikap
E. proses
2. Fakta, konsep, teori, rumus, prinsip, hukum, dan model merupakan….
A. ilmu fisika
B. produk fisika
C. ruang lingkup fisika
D. sikap sisika
E. proses fisika
3. Pernyataan yang menggambarkan dan menjelaskan pola umum yang terjadi di alam semesta yang didukung oleh bukti ilmiah dan percobaan/eksperimen disebut….
A. fakta
B. konsep
C. prinsip
D. teori
E. hukum
4. Air laut mengandung natrium klorida. Pernyataan tersebut merupakan produk fisika kategori:
A. Fakta
B. Konsep
C. Teori
D.Hukum
E .Rumus
5. Hambatan listrik (resistor) ketika dirangkai seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan, maka jumlah tegangan pada masing-masing resistor besarnya sama dengan tegangan sumber dan arus yang mengalir pada resistor besarnya sama. Pernyataan tersebut merupakan produk fisika kategori:
A.Model
B.Fakta
C.Konsep
D.Teori
E.Prinsip
6. Perhatiakan langkah-langkah analisis data berikut:
1. Mentabulasi data dengan mengentri kedalam tabel
2. Mengelompokkan data berdasarkan variabel
3. Mendeskripsikan data
4. Menguji kualias data
5. Menguji hipotesis
Urutan langkah analisis data yang benar adalah….
A. 1 – 2 – 4 – 3 – 5
B. 1 – 2 – 4 – 5 – 3
C. 2 – 1 – 4 – 3 – 5
D. 2 – 1 – 5 – 3 – 4
E. 4 – 2 – 1 – 3 – 5
7. Ruang lingkup fisika secara garis besar terbagi menjadi dua kelompok yaitu fisika klasik dan fisika modern. Fisika modern berkembang pada mulai abad ke-20 sejak ditemukannya:
A. Listrik dan Magnet
B. Kalor dan Bunyi
C. Optika dan Gelombang
D. Teori relativitas dan Radioaktivitas
E. Termodinamika dan Teori relativitas
8. Terdapat penilitian yang berjudul “Pengaruh Kadar Garam Terhadap Titik Didih Air”. Dari judul tesebut maka:
1) Masalah: Bagaimanakah pengaruh kadar garam terhadap kenaikan titik didik air?
2) Hipotesis: Kadar garam berpengaruh pada kenaikan titik didih air
3) Variabel bebas: Jumlah garam; variabel terikat: suhu didih air; variabel kontrol: volume awal air dan jenis wadah untuk memanaskas air.
Pernyataan yang benar adalah….
A. 1) saja
B. 3) saja
C. 1) dan 2)
D. 2) dan 3)
E. 1), 2), dan 3)
9. Sekelompok peserta didik mengamati permainan ayunan. Salah satu dari mereka mengajukan pertanyaan apakah massa orang yang naik ayunan mempengaruhi periode getaran dan apakah panjang tali ayunan juga mempengaruhi periode getaran. Mereka membuat dugaan bahwa semakin besar massa orang periode ayunannya makin besar dan makin panjang tali periodenya juga semakin besar. Penggalan narasi tersebut menggambarkan prosedur ilmiah hingga tahap….
A. observasi
B. menyusun masalah
C. membuat hipotesis
D. analisa data
E. kesimpulan
10. Setelah mempelajari gerak jatuh bebas, sekelompok siswa kelas X melakukan percobaan untuk menentukan besarnya percepatan gravitasi bumi berdasarkan rumus s = vo t + ½ a t2. Percobaan dilakukan dengan cara menjatuhkan kelereng (tidak melempar ke atas/ke bawah) dan mencatat waktu jatuhnya kelereng ke lantai. Langkah ini di ulang beberapa kali dengan mengubah ketinggian jatuhnya kelereng. Variabel terikat dalam percobaan tersebut adalah….
A. waktu (t)
B. ketinggian (s)
C. kecepatan awal (vo)
D. waktu (t) dan kecepatan awal (vo)
E. ketinggian (s) dan kecepatan awal (vo)
KUNCI JAWABAN EVALUASI
No Soal Kunci Jawaban
1 D
2 B
3 E
4 A
5 E
6 C
7 D
8 E
9 C
10 A






Apakah ini diringkas pak?
BalasHapus