Langsung ke konten utama

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 BERBAGAI JENIS GAYA

  •  

A. Tujuan Pembelajaran

 

Setelah kegiatan pembelajaran ini, Ananda diharapkan dapat:

1.       mengetahui berbagai jenis gaya; 

2.   menggambar dan menguraikan vektor berbagai jenis gaya yang bekerja pada suatu   benda; dan

3.    menerapkan berbagai jenis gaya yang bekerja pada suatu benda dengan menerapkan  hukum-hukum Newton tentang gerak benda.

 

B. Uraian Materi

 

Gaya merupakan Interaksi apapun baik berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan sebuah benda mengalami perubahan gerak, baik dalam bentuk arah, maupun konstruksi geometris. Gaya dapat menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi diam, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Selain mengubah kecepatan benda, gaya juga dapat mengubah bentuk benda, misalnya plastisin yang akan berubah bentuk setelah ditekan. Gaya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

 

Gaya Berat (w)

Gaya berat merupakan gaya yang dimiliki setiap benda akibat pengaruh medan gravitasi yang arahnya selalu tegak lurus menuju pusat gravitasi.

Secara umum gaya berat dapat ditulis dengan persamaan    𝒘 = 𝑚 . 𝒈

 




 Keterangan:

w   = Gaya berat, newton (N); 

m   = Massa benda (kg); dan

g    = Percepatan gravitasi (m/s2.).


Contoh Soal :

 

Perhatikan gambar berikut :


Sebuah benda bermassa 4 kg berada  pada bidang miring licin dengan sudut  θ = 600.  
Jika g = 10 m/s², 
Tentukan :  
a. berat benda terhadap sumbu x
b. berat benda terhadap sumbu 

Jawab :

Uraikan atau gambar terlebih dahulu vektor gaya berat (w) dan uraikan pada masing-masing sumbu, diperoleh



a.       Menentukan gaya berat pada sumbu x (𝒘𝒙)

b.   Menentukan gaya berat pada sumbu y (𝒘𝒚)

𝑤𝑦 = 𝑤 cos 𝜃

𝑤𝑦 = 𝑚. 𝑔.  cos 600

𝑤𝑦 = 4 . 10.  ½  

𝒘𝒚 = 𝟐𝟎   n𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏

Jadi, berat benda terhadap sumbu-x dan sumbu-y berturut-turut adalah 
𝒘𝒙= 𝟐𝟎√3     n𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏  dan 𝒘𝒚 = 𝟐𝟎  n𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏

 Gaya Normal (N)

Gaya normal merupakan gaya yang bekerja pada dua permukaan benda  yang bersentuhan dan arahnya selalu tegak lurus terhadap bidang sentuh



 





 

       Gaya normal pada bidang datar (gambar a) di atas adalah sebagai berikut :


       Gaya normal pada bidang miring (gambar b) di atas adalah sebagai berikut :


       Gaya normal pada bidang miring (gambar c) di atas adalah sebagai berikut:


 

Contoh Soal :

Perhatikan gambar berikut




Sebuah benda bermasa 6 kg mendapat gaya dorong sebesar 20 N. Jika percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s², Tentukanlah besar gaya normal yang bekerja benda tersebut 

Jawab
Uraikan dan gambar terlebih dahulu vektor berbagai jenis gaya yang bekerja pada benda.

 

 

Dari uraian gaya-gaya yang bekerja di samping di samping, diperoleh analisa kesimpulan karena benda pada sumbu y diam, maka berlaku Hukum I Newton, sehingga dapat ditulis :

 

∑𝐹𝑦 = 0

𝑁 − 𝑤 − 𝐹 = 0

𝑁 = 𝑤 + 𝐹

𝑁 = (𝑚 . 𝑔) + 𝐹

𝑁 = (6 .10) + 20

𝑵 = 𝟖𝟎  𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏


Jadi, besarnya gaya normal benda tersebut adalah 80 Newton

  Gaya Gesekan (fg)

Gaya gesek merupakan gaya yang timbul akibat kekasaran dua permukaan benda yang saling bersentuhan. Komponen gaya gesek selalu sejajar dengan bidang  sentuh dan arahnya selalu berlawanan  dengan arah gerak benda. Oleh karena itu, gaya gesek bersifat 
menghambat gerak benda.  Gaya gesek dibedakan  menjadi  2, yaitu gaya gesekan statis dan gaya gesekan kinetis.

a. Gaya Gesekan Statis

Gaya gesek statis merupakan gaya gesek yang bekerja pada  sebuah  benda, dimana benda tersebut masih diam sampai tepat akan bergerak. Selama gaya pendorong/ penarik benda kurang dari gaya gesek statisnya, maka benda akan tetap diam atau tidak bergerak. Besarnya gaya gesek statis dapat ditulis:

b. Gaya Gesekan Kinetis

Gaya gesek kinetis merupakan gaya gesek yang bekerja pada sebuah benda yang sedang bergerak, dan arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Besarnya gaya gesek kinetis dirumuskan sebagai berikut. dimana  :

fs  =  Gaya Gesekan Statis,satuan newton (N)

fk  =  Gaya Gesekan, satuan newton (N)

µs  = Koefisien Gesekan Statis,  tanpa satuan

µk  = Koefisien Gesekan Kinetis,   tanpa satuan

N  =  Gaya Normal, satuan newton (N)

Gaya gesekan kinetis terjadi pada benda yang bergerak, hal ini terjadi karena gaya pendorong/penarik lebih dari gaya gesek statis maksimumnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai µs > µk, 
dimana rentang nilai koefisien gesekan adalah "0 < 𝜇 < 1

Contoh Soal : 

Sebuah benda bermassa 1,5  kg terletak pada bidang yang kasar, dan dikenai gaya seperti pada gambar berikut.










Jika Percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s², Tentukanlah besar percepatan yang dialami benda tersebut! (anggap √3 =1,7)

Jawab 

Uraikan dan gambar terlebih dahulu vektor berbagai jenis gaya yang bekerja pada benda pada masing-masing sumbu, diperoleh !

👉 Lihat sumbu y (Benda diam, HK Newton ke 1)       

∑𝐹𝑦 = 0  

𝑁 + 𝐹 sin 600 − 𝑤 = 0

𝑁 + 𝐹 sin 600 − (𝑚 . 𝑔) = 0

      𝑁 = (𝑚 . 𝑔) − 𝐹 sin 600 

  Lihat sumbu x

𝑓𝑠 = 𝜇𝑠  .  𝑁  = (0,5 ) . (6,5) = 3,25  𝑁𝑒𝑤𝑡𝑜𝑛

𝑓𝑘 = 𝜇𝑘  .  𝑁  = (0,4 ) .(6,5) = 2,6  𝑁𝑒𝑤𝑡𝑜𝑛 

Sedangkan :

𝐹𝑥 = 𝐹 cos 600 

     = 10 .  ½ 
     = 5  𝑁𝑒𝑤𝑡𝑜𝑛

Ternyata gaya mendatar Fx lebih besar dari pada  gaya gesek statis (ƒs) s sehingga dapat diketahui bahwa benda dalam keadaan bergerak. Dengan demikian, gaya gesek yang bekerja adalah gaya gesek kinetis.

Sehingga pada sumbu x berlaku hukum II Newton, dan diperoleh:

∑𝐹𝑥 =  𝑚  .  𝑎

𝐹𝑥 − 𝑓𝑘  =  𝑚  .  𝑎

5 – 2,6  =  1,5  .  𝑎

2,6 =  1,5  .  𝑎

𝑎 =  𝟏, 𝟔  𝒎/𝒔𝟐

Jadi, besar percepatan yang dialami benda adalah 1,6  m/s2

Gaya Tegangan Tali (T)

Gaya tegangan tali merupakan gaya yang bekerja pada tali ketika tali tersebut dalam keadaan tegang. Simbol gaya tegangan tali adalah T (tension) dan satuannya adalah Newton. Arah gaya tegangan tali ini bergantung pada benda yang ditinjau, bisa ke atas, ke bawah, ke kanan, ke kiri maupun membentuk sudut tertentu. Perhatikan gambar berikut!



gambar dan rumus gaya tegangan tali pada benda yang digantung vertikal, dihubungkan katrol, pada bidang datar dan bidang miring licin

Karena arah gaya tegangan tali bergantung pada titik atau posisi benda yang ditinjau, maka untuk keadaan atau kondisi yang berbeda, gambar dan rumus gaya tegangan tali juga berbeda. Berikut ini adalah gambar gaya tegangan tali pada benda dalam empat kondisi, yaitu sebuah benda yang digantung vertikal dengan tali, dua benda yang dihubungkan tali pada bidang datar kemudian di tarik dengan gaya F, sebuah benda yang yang dihubungkan tali pada bidang miring licin dan sebuah benda yang dihubungkan tali melalui katrol.

Kondisi 1 (benda digantung vertikal dengan tali)
Ketika sebuah benda bermassa m dihubungkan tali kemudian digantung maka pada benda tersebut bekerja dua gaya, yaitu gaya tegangan tali T dan gaya berat w. Karena benda diam, maka berlaku Hukum I Newton sebagai berikut.
ΣFY = 0
 w = 0
T = w
Sehingga rumus gaya tegangan tali pada kondisi ini adalah

T = mg

Jika yang kita tinjau adalah tempat dimana tali digantung, maka pada gantungan tersebut juga bekerja gaya tegangan tali T yang besarnya sama dengan T sehingga
T = T
Kondisi 2 (benda dihubungkan tali pada katrol licin)
Jika sebuah benda bermassa m dihubungkan tali pada katrol licin kemudian ditarik dengan gaya F, maka benda tersebut bekerja dua gaya yaitu gaya tegangan tali T dan gaya berat w, jika F > w maka benda bergerak ke atas sehingga berlaku Hukum II  Newton sebagai berikut.
ΣFY = ma
T1  w = ma
T1 = ma + w
T1 = ma + mg
Sehingga rumus gaya tegangan tali pada kondisi ini adalah
T1 = m(a+g)

Apabila kita tinjau gaya yang menarik tali (F), maka pada titik tersebut juga bekerja gaya tegangan tali Tyang arahnya ke atas. Jika yang kita tinjau adalah katrol, maka pada katrol tersebut bekerja gaya tegangan tali T1 dan T2 yang besarnya sama dengan Tdan T2 karena pada katrol yang licin (tidak ada gesekan) semua gaya tegangan tali besarnya adalah sama, sehingga
T1 = T2 = T1 = T2


Kondisi 3 (dua benda dihubungkan tali dan ditarik)
Misalkan dua benda bermassa m1 dan m2­ saling dihubungan dengan tali pada bidang datar licin. Kemudian pada benda 2 ditarik dengan gaya sebesar F, maka pada masing-masing benda bekerja gaya tegangan tali T1 dan T2. Jika kedua benda bergerak ke kanan, maka pada masing-masing benda berlaku Hukum II Newton sebagai berikut.
Benda 1
Resultan gaya pada sumbu Y
ΣFY = m1a
N1  w1 = m1a (karena tidak ada gerak pada arah Y maka a = 0)
N1  w1 = 0
N1 = w1
Resultan gaya pada sumbu X
ΣFX = m1a
T1 = m1a
Dengan demikian besar gaya tegangan tali pada benda 1 adalah

T1 = m1a

Benda 2
Resultan gaya pada sumbu Y
ΣFY = m2a
N2  w2 = m2a (karena tidak ada gerak pada arah Y maka a = 0)
N2  w2 = 0
N2 = w2
Resultan gaya pada sumbu X
ΣFX = m2a
 T = m2a
T= F  m2a
Dengan demikian besar gaya tegangan tali pada benda 2 adalah
T= F  m2a

Karena pada benda 1 dan benda 2 dihubungkan dengan tali yang sama maka
T1 = T2


Kondisi 4 (benda dihubungkan tali pada bidang miring licin)
Perhatikan kembali gambar tegangan tali di atas. Jika sebuah benda bermassa m dihubungkan dengan tali kemudian diletakkan pada bidang miring licin dengan sudut kemiringan α, maka pada benda tersebut bekerja gaya tegangan tali T dengan arah seperti pada gambar. Karena benda tidak bergerak maka berlaku Hukum I Newton sebagai berikut
Resultan gaya pada sumbu Y
ΣFY = 0
 w cos α = 0
N = w cos α
N = mg cos α
Resultan gaya pada sumbu X
ΣFX = 0
 w sin α  = 0
T = w sin α
T = mg sin α
Dengan demikian besar gaya tegangan tali pada benda tersebut adalah

T = mg sin α

Contoh Soal Gaya Tegangan Tali dan Pembahasan
Sebuah lift bergerak dipercepat ke atas dengan percepatan 2 m/s2. Jika massa lift dan isinya 200 kg, tentukanlah tegangan tali penarik lift tersebut jika percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s2.
Jawab
contoh soal gaya tegangan tali dan pembahasannya
Gaya yang bekerja pada lift adalah berat dan tegangan tali seperti diperlihatkan pada gambar di atas. Karena benda bergerak dengan suatu percepatan ke atas, sesuai dengan Hukum II Newton, kita peroleh
ΣFY = ma
 w = ma
T = w + ma
T = mg + ma
T = m (g + a)
T = (200 kg)(10 m/s2 + 2 m/s2)
T = 2.400 N
Catatan penting:
Gaya yang searah dengan percepatan (arah gerak benda) diberi tanda positif dan gaya yang berlawanan dengan percepatan diberi tanda negatif.

Demikianlah artikel tentang pengertian, gambar dan rumus gaya tegangan tali pada dinamika translasi beserta contoh soal dan pembahasannya.
Contoh Soal
Tiga buah benda m1=2 kg, m2= 3 kg dan m3= 5 kg dihubungkan dengan tali pada lantai yang licin, seperti gambar berikut

Berdasarkan gambar di atas, tentukan gaya tegang tali T2 dan T1 !

Jawab

Menentukan percepatan (a) yang dialami sistem benda Lihat sumbu horizontal, maka berlaku Hukum II Newton

       

∑𝐹𝑥 = 𝑚 . 𝑎

𝑇1 − 𝑇1 + 𝑇2 − 𝑇2 + 𝐹 = (𝑚1 + 𝑚2 + 𝑚3) .𝑎

𝐹 = (𝑚1 + 𝑚2 + 𝑚3) . 𝑎




  


Menentukan T2 (lihat benda m3 = 5 kg)


  

 


Lihat sumbu horizontal, maka berlaku Hukum II Newton

∑𝐹𝑥 = 𝑚 . 𝑎

 𝑇2  + 𝐹 = 𝑚3.  𝑎

 𝑇2  + 30 = 5 .  3

 𝑇2  + 30 = 15

 𝑇2  = 30 − 15

 𝑇2  = 𝟏𝟓 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏


  Menentukan T1 (Lihat benda 2, m2 = 3 kg)




 


 Lihat sumbu horizontal, maka berlaku Hukum II Newton

∑    𝐹𝑥 = 𝑚 . 𝑎
−𝑇1 + 𝑇2 = 𝑚2 .  𝑎
−𝑇1 + 15 = 3 .  3
−𝑇1 + 15 = 9
𝑇1 = 15 − 9
𝑇1 = 𝟔 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏      
        Jadi besarnya tegangan tali T2 = 15 Newton dan T1 = 6 Newton





C. Rangkuman

 

1.     Gaya berat merupakan gaya yang dimiliki setiap benda akibat pengaruh medan gravitasi yang arahnya selalu tegak lurus menuju pusat gravitasi.

2.  Gaya normal merupakan gaya yang bekerja pada dua permukaan benda  yang bersentuhan dan arahnya selalu tegak lurus terhadap bidang sentuh.

3.       Gaya gesek merupakan gaya yang timbul akibat kekasaran dua permukaan benda yang saling bersentuhan. Komponen gaya gesek selalu sejajar dengan bidang  sentuh dan arahnya selalu berlawanan  dengan arah gerak benda. Oleh karena itu, gaya gesek bersifat menghambat gerak benda. Gaya gesek dibedakan  menjadi  2, yaitu gaya gesekan statis dan gaya gesekan kinetis.

 Gaya Gesekan Statis (fs), 

berlaku ketika benda dikenai gaya tetapi benda tersebut masih dalam keadaan diam

sampai tepat akan bergerak arah nya selalu berlawanan dengan arah gerak benda 

   Gaya Gesekan Kinetis (fk),

berlaku ketika benda dikenai gaya dan benda tersebut dalam keadaan bergerak, 

arahnya selalu berlawanan    dengan arah gerak benda 

  • Gaya tegangan tali disebut juga tegangan tali (T) adalah gaya yang bekerja  pada ujung-ujung tali karena tali itu tegang. Jika tali dianggap ringan maka gaya tegangan tali pada kedua ujung tali yang sama dianggap sama besarnya

 Latihan Soal 
.1.  Perhatikan gambar berikut 



Sebuah luikisan bermassa m = 0,6 kg tergantung pada sebuah tali yang berada di dinding ruang tamu terlihat seperti gambar di samping. Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s2

Tentukan : 

a. Tegangan tali T1 

 b. Tegangan tali T2 


Pembahasan Latihan Soal

 

  1. Perhatikan gambar uraian vektor gaya yang bekerja pada kasus di atas

a.  Menentukan besar tegangan tali T1

Lihat sumbu y (benda diam) maka berlaku hukum I Newton, sehingga dapat ditulis 

∑ 𝐹𝑦 = 0

𝑇1𝑦 − 𝑤 = 0

𝑇1𝑦 = 𝑤 

𝑇1 sin300 = 𝑚 . 𝑔

𝑇1½  = 0,6 . 10

𝑇1 = 6 × 2

𝑻𝟏 = 𝟏𝟐 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏

 

Jadi, besar tegangan tali T1 adalah 12 

b.       Menentukan besar tegangan tali T2 
Lihat sumbu x (benda diam) maka berlaku hukum I Newton, sehingga dapat ditulis

∑ 𝐹𝑥 = 0

𝑇1𝑥 − 𝑇= 0

𝑇= 𝑇1𝑥

𝑇= 𝑇cos 300

        =12. ½3


 𝑻𝟐 = 𝟔√𝟑  Newton
                  

Jadi, besar tegangan tali T2 adalah 𝟔√𝟑  Newton



2.  Sebuah balok yang massa nya 7,5 kg berada di atas lantai. Agar balok bergerak dengan kecepatan konstan diperlukan gaya horizontal sebesar 30 Newton.  Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s2 maka :  

a.  Koefisien gesekan antara balok dan 

b.  Apabila di atas balok tersebut diletakkan benda yang massanya 5 kg, Tentukan berapa gaya horizontal maksimum agar balok tetap bergerak dengan kecepatan konstan 


Pembahasan latihan soal 2

2. Perhatikan gambar berikut!


 

a. Menentukan koefisien gesekan μs antara balok dan lantai

Ketika benda ditarik dengan gaya F benda tersebut bergerak dengan kecepatan konstan (GLB), maka berlaku hukum I Newton

∑ 𝐹 = 0

𝐹 − 𝑓𝑔 = 0

𝑓𝑔 = 𝐹

𝜇 × 𝑁1 = 𝐹

𝜇 × 𝑤 = 𝐹

𝜇 × (𝑚 . 𝑔) = 𝐹


𝜇  = F/m.g

                      

𝜇 = 30/ 7,5.10

𝝁 = 𝟎, 𝟒

 

Jadi, besar koefisien gesekan ketika benda tersebut bergerak dengan kecepatan konstan adalah µ = 0,4

 

b. Apabila di atas balok tersebut diletakkan benda yang massanya 5 kg, Tentukan berapa gaya horizontal maksimum agar balok tetap bergerak dengan kecepatan konstan

 

Perhatikan gambar uraian vektor yag bekerja pada kasus ini !


Ketika benda ditarik dengan gaya F benda tersebut bergerak dengan kecepatan konstan (GLB), maka berlaku hukum I Newton

∑ 𝐹 = 0

𝐹 − 𝑓𝑔 = 0

𝑓𝑔 = 𝐹

𝜇 × 𝑁12 = 𝐹

𝜇 × 𝑁12 = 𝐹

𝜇 × ((𝑚1 + 𝑚2).𝑔) = 𝐹

0,4 × ((7,5 + 5). 10) = 𝐹

𝐹 = 0,4 × 125

𝑭 = 𝟓𝟎  𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏

 

Jadi, setelah ditambah beban m2 yang diletakkan di atas benda m1, maka agar sistem benda tersebut bergerak dengan kecepatan konstan, maka gaya maksimal yang harus diberikan oleh sistem adalah 50 Newton

 

E. Penilaian Diri

 

Isilah pertanyaan pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang kalian ketahui, berilah penilaian secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab dengan memberi tanda pada kolom Jawaban.

 

No

Pertanyaan

Jawaban

Ya

Tidak

1

Apakah Ananda memahami konsep berbagai jenis  gaya yang bekerja pada benda?

 

 

2

Apakah Ananda dapat melukiskan vektor berbagai jenis gaya sesuai konsep yang bekerja pada suatu benda?

 

 

3

Apakah Ananda mampu menjawab dan memahami soal-soal yang tertera pada latihan soal?

 

 

 

Jumlah

 

 

 

Catatan:

   Jika ada jawaban “Tidak” maka segera lakukan review pembelajaran.

  Jika semua jawaban “Ya” maka Anda dapat melanjutkan kegiatan Pembelajaran berikutnya

Link    Video  👉Pembahasan  Kegiatan Pembelajaran 2

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh soal hukum Kepler & pembahasannya + jawaban

Postingan ini membahas contoh soal hukum Kepler yang disertai pembahasannya atau penyelesaiannya + jawaban. Lalu apa itu hukum Kepler ?. Johanes Kepler (1571 – 1630) telah berhasil menjelaskan secara rinci mengenai gerak planet disekitar matahari. Kepler mengemukakan 3 hukum yang berhubungan dengan peredaran planet terhadap matahari yang disebut dengan hukum 1 Kepler, hukum 2 Kepler dan hukum 3 Kepler. Hukum 1 Kepler menyatakan “ Setiap planet bergerak mengitari matahari dengan lintarasan berbentuk elips, matahari berada pada salah satu titik fokusnya “. Hukum 2 Kepler berbunyi “ Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu daerah yang luasnya sama dalam selang waktu yang sama “. Hukum 1 dan 2 Kepler jika digambarkan sebagai berikut. Hukum 1 dan 2 Kepler Dan hukum 3 Kepler menyatakan “ Perbandingan kuadrat periode planet mengitari matahari terhadap pangkat tiga jarak rata-rata planet ke matahari adalah sama untuk semua planet “. Secara matematis hukum 3 Kepler d...

Latihan soal dan pembahasan : vektor

  Vektor, materi ini adalah materi dasar yang sangat penting di fisika. Besaran vektor akan sering ditemui dalam berbagai bab yang lain, latihan soal berserta pembahasannya secara lengkap dan terperinci terkait tentang materi vektor yang bisa digunakan untuk pendalaman materi atau soal-soal ulangan harian. Soal pilihan ganda Soal nomor 1 Gambar di bawah ini merupakan penjumlahan vektor secara segitiga Gambar yang resultan vektornya sama dengan nol adalah .... A. (1) B. (2) C. (3) D. (4) E. (5) Kunci jawaban : “E” pembahasan soal nomor 1 :  Perhatikan tanda panah masing-masing gambar, hanya gambar “E” yang arah panahnya berkelanjutan (pangkal panah disusul kemudian arah panah) hal ini menunjukkan bahwa tidak ada resultan gaya pada gambar tersebut. Resultan gaya biasanya ditunjukkan oleh gambar ketika ada dua arah panah bertemu pada satu titik Soal nomor 2 Sebuah benda bergerak dari titik P ke Q dan berhenti di titik R, gambar yang menunjukkan benda berpindah sejauh 13 satuan ad...

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PENERAPAN HUKUM NEWTON

  KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PENERAPAN HUKUM NEWTON   A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat: 1.        menggunakan hukum-hukum Newton tentang gerak dalam menyeleasaikan permasalahan gerak benda; dan 2.        menerapkan konsep hukum-hukum Newton tentang gerak dalam kehidupan sehari-hari.   B. Uraian Materi   Pada kegiatan pembelajaran 3 ini, ananda harus memahami konsep hukum-hukum Newton tentang gerak benda dan berbagai jenis gaya yang sudah ananda pelajari pada kegiatan pembelajaran 1 dan 2 sebelumnya. Di kegiatan pembelajaran 3 ini kita mengkolaborasi pemahaman yang sudah ananda dapatkan sebelumnya dalam bentuk berbagai permasalahan/kasus pada benda yang bergerak lurus.   1. Berat benda ketika berada di elevator atau lift   Contoh Soal Seseorang   bemassa m =50 kg berada   di dalam   sebuah   lift yang be...