GLOSARIUM
|
Dinamika |
: |
Cabang
ilmu fisika yang membahas gerak benda dan penyebab terjadinya gerak benda
tersebut |
|
Gaya |
: |
Interaksi
apapun baik berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan sebuah benda
mengalami perubahan gerak, baik dalam bentuk arah, maupun konstruksi
geometris |
|
Gaya Berat |
: |
Gaya yang dimiliki setiap benda akibat
pengaruh medan gravitasi yang
arahnya selalu tegak lurus
menuju pusat gravitasi. |
|
Gaya Gesekan |
: |
Gaya yang timbul akibat kekasaran dua permukaan
benda yang saling bersentuhan. Komponen gaya gesek selalu sejajar dengan
bidang sentuh dan arahnya selalu
berlawanan dengan arah gerak
benda. |
|
Gaya Normal |
: |
Gaya yang
bekerja pada dua
permukaan benda yang bersentuhan dan arahnya selalu tegak
lurus terhadap bidang sentuh. |
|
Gaya Tegangan Tali |
: |
Gaya teganan tali merupakan gaya yang bekerja pada tali
yang menegang sebagai gaya aksi-reaksi. |
|
Gerak |
: |
Perubahan kedudukan suatu benda terhadap titik
acuan. Titik acuan sendiri dapat berupa titik awal posisi benda, titik tempat
pengamat, atau suatu posisi lain yang
dijadikan acuan. Oleh karena gerak bergantung terhadap
titik acuan, maka
gerak bersifat relatif. |
|
GLB |
: |
Gerak suatu benda pada lintasan lurus, dengan kecepatan
konstan (v=konstan) |
|
GLBB |
: |
Gerak suatu benda pada lintasan lurus, dengan
percepatan konstan (a=konstan) |
|
Kecepatan |
: |
Besaran vektor yang menunjukkan
perpindahan benda yang dilakukan dalam selang waktu tertentu. |
|
Massa |
: |
Suatu
sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai
perilaku objek yang terpantau. |
|
Percepatan |
: |
Besaran
vektor yang menunjukkan perubahan kecepatan yang terjadi pada selang waktu
tertentu. |
|
Perpindahan |
: |
Besaran
vektor yang menunjukkan perubahan posisi terhadap
titik acuan tertentu, yang ditinjau dari titik awal ke titik akhir benda. |
|
Vektor |
: |
Suatu besaran dalam fisika yang memiliki nilai dan arah. |
PENDAHULUAN
A.
Identitas Modul
Mata
Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Alokasi Waktu : 9 Jam Pelajaran (3 Pertemuan)
Judul Modul : Hukum Newton pada Gerak Lurus
B.
Kompetensi Dasar
3.7 Menganalisis interaksi pada gaya serta hubungan
antara gaya, massa dan gerak lurus benda serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
4.7 Melakukan percobaan berikut presentasi hasilnya
terkait gaya serta hubungan gaya, massa dan percepatan dalam gerak lurus benda
dengan menerapkan metode ilmiah
C.
Deskripsi Singkat Materi
Peserta didik yang hebat, generasi masa depan “Indonesia Maju” semoga
ananda semua selalu dalam keadaan sehat dalam lindungan Tuhan YME, jangan mudah
mengeluh dalam berbagai keterbatasan. Buatlah keterbatasan yang ada menjadi
peluang untuk dapat melakukan yang terbaik, sehingga ananda semua menjadi
generasi yang tangguh dalam kondisi apapun yang senantiasa selalu mengharap
petunjuk dan ridho dari Tuhan YME.
Pada modul kali ini membahas tentang Hukum Newton pada Gerak Lurus yang
membahas tentang gerak dan penyebabnya yang terjadi pada lintasan lurus. Modul
ini akan menjelaskan konsep dan Hukum-Hukum Newton tentang Gerak. Sebelum
membahas materi pada modul ini, terdapat prasyarat utama yaitu ananda harus
memahami konsep besaran-besaran pada kinematika translasi yang membahas tentang
konsep gerak benda dengan kecepatan konstan (GLB) dan gerak benda dengan
percepatan konstan (GLBB) yang terdapat pada modul KD. 3.4 sebelumnya. Dengan
memahami isi secara utuh dalam modul ini, maka ananda akan mampu menjelaskan
tentang bergeraknya sebuah benda yang merupakan pondasi awal dalam mempelajari
fenomena Fisika secara lebih detail.
Pada modul ini penulis hanya membatasi pada Hukum-Hukum Newton yang
terjadi pada Gerak Lurus. Diharapkan setelah mempelajari modul ini, menuntun
ananda berimajinasi dalam proses penerapan Hukum-Hukum Newton pada gerak benda
lainnya.
D.
Petunjuk Penggunaan Modul
Agar modul dapat digunakan secara maksimal, maka peserta didik diharapkan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pelajari daftar isi serta skema peta konsep dengan cermat dan teliti.
2. Pahami setiap materi dengan membaca secara teliti dan perhatikan seksama. Apabila terdapat contoh soal, maka cobalah kerjakan kembali contoh tersebut tanpa melihat modul sebagai sarana berlatih.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
HUKUM-HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan
pembelajaran ini diharapkan Ananda dapat:
1. menjelaskan hukum-hukum newton tentang
gerak;
2.
menentukan besaran-besaran fisika
dalam Hukum Newton; dan
3.
menyimpulkan hasil percobaan
tentang Hukum Newton.
B.
Uraian Materi
Gerak merupakan perubahan kedudukan suatu benda terhadap titik acuan.
Titik acuan sendiri dapat berupa titik awal posisi benda, titik tempat pengamat,
atau suatu posisi lain yang dijadikan
acuan. Oleh karena
gerak bergantung terhadap titik acuan, maka gerak bersifat relatif.
Secara sederhana, gerak dapat diartikan
sebagai perubahan posisi. Ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak dengan
memperhatikan aspek penyebabnya disebut dinamika. Pembahasan tentang dinamika
akan berhubungan dengan gerak benda dan penyebabnya, dimana konsep
hukum Newton tentang gerak akan menyertainya.
1.
Hukum I Newton (Hukum Kelembaman)
Hukum I Newton sering disebut dengan Hukum
Kelembaman/Inersia, dimana pada kasus ini tidak ada resultan gaya (∑ 𝐹) yang bekerja pada benda, sehingga benda tersebut cenderung untuk
mempertahankan keadaan awal (inersia). Sehinga persamaan Hukum I Newton ditulis
:
∑ 𝑭
= 0
“Jika tidak ada resultan gaya yang bekerja
pada suatu benda, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam, sedangkan
benda yang mula-mula bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap
sepanjang garis lurus”
Berdasarkan
analisa konsep di atas, Hukum I Newton berlaku untuk benda :
·
Benda yang diam (v = 0)
·
Benda yang melakukan Gerak Lurus
Beraturan GLB (v = konstan)
2.
Hukum II Newton
Jika suatu benda diberi gaya (F)
atau resultan gaya (∑ 𝐹) maka
akan mempengaruhi besaran-besaran lain dalam fisika yaitu massa benda (m) dan
percepatan (a) yang dialami benda, dimana dari analisa suatu percobaan dapat
diperoleh hubungan
Berdasarkan analisa di atas, persamaan Hukum II Newton dapat ditulis
“Percepatan (a) yang dihasilkan oleh resultan gaya (∑ 𝐹) yang bekerja pada suatu benda sebanding dan searah dengan resultan gaya tersebut, dan berbanding terbalik dengan massa benda (m)”
Berdasarkan
analisa konsep di atas, dapat disimpulkan bahwa pada Hukum II Newton berlaku
untuk benda yang mengalami Gerak Lurus Berubah Beraturan GLBB (a = konstan)
Contoh Soal :
Sebuah benda bermassa 20 kg berada
di atas lantai datar yang licin. Apabila gaya sebesar 50 N
bekerja pada benda
dengan arah mendatar
selama 4 sekon,
tentukan :
a.
Besar percepatan yang dialami benda (a)
b.
Besar
kecepatan benda saat t = 4 sekon (vB)
c.
Perpindahan yang dialami
benda setelah bergerak selama 4 sekon (ΔSAB)
Jawab
Diketahui |
|
a. Menentukan besar percepatan
benda (a)
Berlaku Hukum II Newton
Jadi Percepatan yang dialami benda tersebut setelah
dikenai gaya F adalah
sebesar 2,5 m/s2
b. Menentukan kecepatan benda saat t = 4 sekon (vB)
Karena benda
berlaku Hukum II Newton maka benda tersebut terjadi GLBB
𝑣𝑡
= 𝑣0 + 𝑎𝑡
𝑣𝐵 = 𝑣𝐴 + 𝑎𝑡
𝑣𝐵 = 0 +2,5 . 4
𝑣𝐵 = 10 𝑚/𝑠
Jadi, kecepatan yang dialami benda pada saat bergerak 4 s adalah 10 m/s
c.
Perpindahan
yang dialami benda selama 4 sekon (ΔSAB)
Karena benda
berlaku Hukum II Newton maka benda tersebut terjadi GLBB
∆𝑆𝐴𝐵 = 20 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟Jadi perpindahan yang dialami benda setelah bergerak selama 4 sekon adalah sejauh 20 meter
3.
Hukum III Newton
Perhatikan gambar
berikut !
Seorang anak menarik pohon (memberikan gaya pada pohon) dengan menggunakan seutas tali
(Faksi) maka tali tersebut akan meberi kan gaya (Freaksi) yang sama besar, tetapi berlawanan arah.
∑ Faksi = -∑Freaksi
Setiap ada gaya aksi yang bekerja pada suatu benda, maka akan timbul gaya reaksi yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan.”
Sifat-sifat gaya aksi-reaksi adalah sama besar, terletak dalam satu garis kerja, berlawanan arah, dan bekerja pada dua benda yang berlainan.
C.
Rangkuman
- Gerak merupakan perubahan kedudukan suatu benda terhadap titik acuan. Titik acuan sendiri dapat berupa titik awal posisi benda, titik tempat pengamat atau suatu posisi lain yang dijadikan acuan. Oleh karena itu bergantung pada titik acuan, dan gerak bersifat relatif.
- Hukum-hukum Newton tentang gerak benda (dalam hal ini benda yang bergerak lurus) terdiri atas :
a.
Hukum I Newton ∑ 𝑭
= 0
b.
“Jika tidak ada resultan gaya yang bekerja
pada suatu benda, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam, sedangkan
benda yang mula-mula bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap
sepanjang garis lurus”
Pada
Hukum I Newton berlaku untuk benda
yang diam (v = 0) dan benda yang bergerak lurus beraturan
GLB (v = konstan)
b.
Hukum II Newton ∑ 𝑭
= m . a
“Percepatan (a) yang dihasilkan oleh resultan
gaya (∑ 𝐹) yang bekerja pada suatu benda sebanding dan searah
dengan resultan gaya tersebut, dan berbanding terbalik dengan massa benda (m)”
Pada
Hukum II Newton berlaku untuk benda yang mengalami Gerak Lurus Berubah Beraturan GLBB (a = konstan)
c. Hukum III Newton ∑ 𝐅𝐚𝐤𝐬𝐢 =
− ∑ 𝐅𝐫𝐞𝐚𝐤𝐬𝐢
“Setiap
ada gaya aksi yang bekerja pada suatu
benda, maka akan
timbul gaya reaksi yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan.”
Sifat-sifat gaya aksi-reaksi adalah sama besar, terletak dalam satu garis kerja, berlawanan arah, dan bekerja pada dua benda yang berlainan.
D.
Penugasan Mandiri
Topik : Hukum I Newton
Tujuan : Untuk mengetahui kelembaman dan
pengaruh gaya pada benda
Alat dan bahan:
1. Gelas 1 buah
2.
Koin / Uang Logam 1 buah
3. Kertas 1 buah
Langkah Kerja
1. Perhatikan gambar berikut!
Susunlah gelas, kertas dan koin/uang logam seperti pada
gambar di atas
2. Tariklah kertas tersebut secara perlahan-lahan dan amati apa yang terjadi
3. Susun kembali gelas, kertas dan koin/uang logam seperti gambar 1,
kemudian tariklah kertas secara cepat, dan amati apa yang terjadi
4. Lakukan langkah kerja 2 dan 3 sebanyak tiga atau empat kali pengulangan
dan selalu amati apa yang terjadi setiap percobaan
Pertanyaan :
1. Setelah melakukan percobaan secara berulang, isilah kolom pertanyaan
berikut !
|
Perlakuan |
Pengamatan Kejadian yang
terjadi |
|
Kertas
ditarik secara perlahan-lahan |
|
|
Kertas
ditarik dengan cepat |
|
2. Jelaskan dengan bahasa ananda tentang peristiwa dari percobaan di atas!
E.
Latihan Soal
1. Sebuah Mobil bermassa 2000 kg bergerak lurus dengan kecepatan 72 km/jam. Mobil direm sehingga berhenti setelah menempuh jarak 50 m dari saat di rem. Tentukan Besar gaya pengereman yang bekerja pada mobil tersebut !
2. Perhatikan gambar berikut !
Balok A bermassa 1 kg dan balok B bermassa 2 kg, terletak di atas bidang licin dan di beri gaya F sebesar 6 Newton, seperti terlihat gambar di samping. Tentukan :
a. Percepatan yang dalami kedua balok tersebut setelah diberi gaya F
b. Kecepatan yang dimiliki kedua balok tersebut setelah bergerak selama 3 sekon
c. Gaya kontak antara balok A dan balok B
Pembahasan Latihan
Soal
1.
Perhatikan kejadian kasus
Sebelum menentukan gaya pengereman, ananda harus mencari nilai perlambatan (a) yang terjadi yang dialami mobil tersebut dengan menggunakan konsep GLBB yang di perlambat, diperoleh :
𝑣𝑡 2 = 𝑣02 + 2 𝑎 ∆𝑠
𝑣𝐵2 = 𝑣𝐴2 + 2 𝑎 ∆𝑠𝐴𝐵
0 = 202 + 2. 𝑎 .50
0 = 400 + 100. 𝑎
100. 𝑎=-400
𝑎 = −𝟒 𝒎/𝒔𝟐 (Tanda negatif menandakan mengalami perlambatan)
Jadi, perlambatan yang dialami
mobil tersebut akibat pengereman yang dilakukan adalah sebesar 4 m/s2
Menentukan gaya pengereman (F)
Akibat terjadi
perlambatan dan berlaku Hukum II Newton, maka pada mobil tersebut mengalami
gaya pengereman, dan dapat ditulis
∑𝐹 = 𝑚 . 𝑎
𝐹 = 2000 . 4
𝑭 = 𝟖𝟎𝟎𝟎 𝑵𝒆𝒘𝒕𝒐𝒏
Jadi, pada mobil tersebut terjadi gaya pengereman
sebesar 8000 Newton.
2. Perhatikan uraian vektor yang bekerja pada benda pada gambar berikut ini
a. Menentukan percepatan (a) yang dialami kedua balok
Berlaku hukum II
Newton
Jadi, percepatan yang dialami kedua balok tersebut setelah dieri gaya F adalah sebesar
2 m/s2
b.
Menentukan
kecepatan (vt) kedua balok
tersebut pada saat t = 3 sekon
Karena
pada kedua balok mengalami Hukum II Newton, maka pada sistem tersebut terjadi
gerak benda dengan percepatan konstan (GLBB), sehingga dapat ditulis :
𝑣𝑡 = 𝑣0 + 𝑎.
𝑡
𝑣𝑡
= 0 + 2 . 3
𝑣𝑡 = 𝟔 𝒎/𝒔
Jadi,
kecepatan kedua balok tersebut letika t = 3 sekon sebesar 6 m/s
c.
Gaya kontak antara balok A dan balok
B
Berdasarkan analisa dari gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa gaya kontak antara kedua balok A dan B merupakan pasangan aksi dan reaksi (Hukum III Newton) yang memiliki nilai sama tetapi arah vektor nya berlawanan, sehingga dapat ditulis
NBA = -NAB = F = 6 Newton.
F.
Penilaian Diri
Isilah pertanyaan pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang kalian
ketahui, berilah penilaian secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab
dengan memberi tanda pada kolom Jawaban.
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah Ananda memahami konsep Hukum-Hukum Newton
tentang Gerak ? |
|
|
|
2 |
Apakah Ananda
mengetahui dan memahami besaran- besaran fisika yang terlibat dalam
Hukum-Hukum Newton? |
|
|
|
3 |
Apakah Ananda tahu penggunaan Hukum-Hukum Newton berdasarkan
peristiwa benda yang diam (v= 0),
benda bergerak dengan kecepatan v konstan (GLB), dan benda yang
bergerak dengan percepatan a konstan (GLBB)? |
|
|
|
Jumlah |
|
|
|
Catatan:
- Jika ada jawaban “Tidak” maka segera lakukan review pembelajaran
- Jika semua jawaban “Ya” maka Anda dapat melanjutkan kegiatan Pembelajaran berikutnya






Komentar
Posting Komentar