Langsung ke konten utama

GERAK PARABOLA

 

Gerak parabola atau ada juga yang menyebutnya gerak peluru adalah sebuah gerakan perpaduan antara gerak vertikal dan gerak horizontal yang bergerak secara harmonis sehingga membentuk suatu lintasan yang berbentuk melengkung. Karena bentuk gerak lintasannya yang melengkung layaknya parabola maka gerakan ini disebut gerak parabola.

Perhatikan lintasan sepeda motor yang sedang beraksi berikut 



Lintasan dari sepeda motor tersebut berupa parabola (melengkung), gerak dengan lintasan membentuk parabola disebut gerak parabola, yang merupakan salah satu dari gerak dalam dua dimensi. Bagaimana terjadinya ?

Pada gambar atraksi sepeda motor diatas, terlihat bahwa sepeda motor mengalami perpindahan secara horizontal dan secara vertikal. Secara horizontal sepeda motor menjauh dari posisi awal sedangkan secara vertikal bergerak ke atas kemudian turun kembali.

Ketika benda melayang diudara, secara vertikal benda akan ditarik oleh gaya gravitasi sepanjang geraknya, sehingga karena pada awalnya benda bergerak berlawanan arah dengan arah gaya gravitasi, semakin keatas benda semakin melambat, dan pada akhirnya benda akan berhenti sejenak dan kemudian berbalik arah. Berarti secara vertikal benda bergerak dalam pengaruh gaya dimana gaya yang mempengaruhinya besarnya tetap. Gerak yang dipengaruhi oleh gaya tetap ini akan mengalami percepatan (dalam hal ini perlambatan) sehingga geraknya digolongkan GLBB. Secara horizontal benda tidak dalam pengaruh gaya (jika dianggap gesekan udara kecil) sehingga geraknya  lurus beraturan (GLB). Jadi gerak dengan lintasan parabola disebabkan karena perpaduan antara GLB dan GLBB dalam arah yang saling tegak lurus.

Dalam hal gerak benda yang melayang diudara, GLBB nya adalah pada arah vertikal, dan GLB nya pada arah horizontal.

Tinjauan Fisis Gerak parabola

Pada awal gerak benda dilontarkan dengan arah membentuk sudut (0 < θ < 90) terhadap horizontal, disebut dengan sudut elevasi, dengan kecepatan awal (vo) seperti gambar berikut :


Karena membentuk sudut terhadap horizontal, maka kecepatan awal ini memiliki komponen arah horizontal dan arah vertikal, kita simbolkan vox sebagai komponen kecepatan arah horizontal dan voy sebagai komponen arah vertikal. Seperti gambar berikut :



Besar vox = vo cos θ, dan besar voy = vo sin θ.

Selanjutnya gerak horizontal mengikuti persamaan gerak lurus beraturan dimana
x = vo cos θ . t,,  x adalah jarak horizontal dihitung dari posisi awal .  sepanjang gerak horizontal kecepatannya (vx) tetap sebesar  vx = vo cos θ. Sedangkan pada arah vertikal akan mengikuti persamaan gerak lurus berubah beraturan, yaitu :

vy = vo sin θ – gt
y = vo sin θ . t – ½ gt2  dan
vy2 = vo2  sin2 θ – 2 gy

dimana  g adalah percepatangravitasi, tanda negatif pada g disebabkan arah gerak benda berlawanan dengan gaya tarik gravitasi yang mempengaruhinya.
y adalah posisi vertikal yang tingginya diukur dari posisi awal gerak,
vy adalah kecepatan arah vertikal disepanjang perjalanan

posisi benda (xi + yj) disepanjang perjalanan mengikuti persamaan berikut :

x = vo cos θ . t
y = vo sin θ .t – ½ gt2

lihat gambar berikut :


kecepatan disepanjang perjalanan merupakan gabungan dari kecepatan arah horizontal dan kecepatan arah vertikal mengikuti persamaan pithagoras :

Dimana :
vx = vo cos θ
vy = vo sin θ – gt
perhatikan gambar berikut :

Posisi Tititk Puncak

Di titik puncak kecepatan arah vertikal sama dengan nol  (vy = 0), karena sedang berbalik arah
Jika data v
y = 0 ini dimasukkan dalam persamaan GLBB diperoleh :

vy    = vo sin q – gt
0= v
o sin q – gt,       

diperoleh :


Dimana t adalah waktu mencapai titik puncak selanjutnya diberi simbol “ ty max


Jika vt = 0 ini dimaskukan dalam persamaan GLBB yang lain diperoleh :

vy2 = vo2  sin2 q – 2 gy
0   = v
o2  sin2 q – 2 gy, 

diperoleh :


Dimana y adalah tinggi puncak dihitung dari posisi awal, selanjutnya diberi simbol “ymax


Lihat gambar berikut



Posisi titik terjauh

Titik terjauh adalah jarak terjauh yang sejajar dengan posisi awal, pada posisi terjauh ini tinggi benda sama dengan nol ( y = 0), dan waktu mencapai titik terjauh (txmax)  adalah dua kali waktu mencapai titik tertinggi, karena secara horizontal tidak ada gaya yang bekerja pada benda, sehingga waktu tempuh mencapai puncak dari posisi awal adalah sama dengan waktu tempuh dari puncak sampai posisi terjauh. (tx max = ty max).

Jika tx max dimasukkan dalam variabel t pada persamaan posisi horizontal x = vo cos θ . t, diperoleh 


Dapat pula disederhanakan menjadi :


Lihat gambar berikut :


Gerak parabola dari benda yang dilempar mendatar dari suatu puncak



Kecepatan awal langsung sebagai vox , tidak memiliki kecepatan awal arah vertikal (voy = 0)

Karena gerak vertikal langsung mengarah ke bawah (searah dengan gaya gravitasi) maka percepatan gravitasi bernilai positip.

Posisi di sembarang waktu :
x = v
ox . t
y = ½ gt
2
lihat gambar :


Kecepatan disembarang waktu (v) adalah merupakan resultan dari kecepatan arah horizontal (vx) dan kecepatan arah vertikal (vy), dihitung dengan rumus phytagoras sbb :


Dimana :
v
x =  vox dan vy = gt

perhatikan gambar berikut :



Nah bagaimana ? Diatas merupakan rumus umum dari gerak parabola. Sekarang ayo kita lanjut kepada contoh soalnya. Berikut ada beberapa soal yang saya dapatkan. Silahkan anda coba untuk menghitungnya agar pemahaman anda mengenai rumus gerak parabola semakin bertambah.


Silahkan dijawab. Semoga apa yang kita pelajari kali ini mengenai rumus gerak parabola menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Salam cerdas!


Komentar

  1. Nama: Sela Avia Nur Wahidah
    Kelas: IPS 4

    BalasHapus
  2. Nama : Amelia tri amanda
    No :04
    Kls : X ips 2

    BalasHapus
  3. Nama: vadia pratiwi zalianty
    Kelas : x mipa 2

    BalasHapus
  4. Nama: Cecillya Sari Anatasya putri
    Kelas: X MIPA 2

    BalasHapus
  5. Nama: Fariha Akmaliatu Sholihah
    Kelas: X mipa 2

    BalasHapus
  6. Nama: Jose Ramadhika
    Kelas: X MIPA 2

    BalasHapus
  7. Nama: Fitrotul Ulya
    Kelas:X MIPA 1
    Absen:8

    BalasHapus
  8. Nama: Meilatul koimah
    Kelas: X MIPA2

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Nama:Dwi Cahyoningrum
    Nomor:13
    Kls:IPS 2

    BalasHapus
  11. Nama: Laiqotul Mahmadah
    Nomor: 13
    Kelas: X Mipa 1

    BalasHapus
  12. Nama : Haidar Prayoga
    Kls : X IPS 5

    BalasHapus
  13. Nama: Umiy maslamah
    Kelas: X IPS 5

    BalasHapus
  14. Nama: Surikiyanto
    Kelas:X ips 4
    Nomor : 33

    BalasHapus
  15. Nama : Ratih Yuli Ramadani
    Kelas : X ips 1
    No abs : 25

    BalasHapus
  16. Nama: Ngatmiati
    Nomor: 26
    Kelas : X IPS 4

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Nama : Nunung Nur Azizah
    Kelas : X MIPA 1

    BalasHapus
  20. Nama:DEDE EKA ZESSAR JUNIARTA
    KELAS:X IPS 3

    BalasHapus
  21. Nama: Faizatul Fitriyah
    No: 14
    Kelas: X IPS 2

    BalasHapus
  22. Nama=Jihan maulia zulfa
    No absen=17
    Kelas=x mipa 2

    BalasHapus
  23. Nama:Ahmad jalaludin
    No:01
    Kelas:X ips 2

    BalasHapus
  24. Nama : Siti Muindah Sulistyoningrum
    Kelas : X IPS 4

    BalasHapus
  25. Nama:Eka Putri Nurfaidah
    Kelas:X MIPA 3

    BalasHapus
  26. Nama: Ratna Aulia Rahmawati
    kelas: X MIPA III

    BalasHapus
  27. Nama : Nurmanisa Putri
    Kelas : X IPS 2

    BalasHapus
  28. Nama: Anindya Putri Ramadhani
    Kelas:Xmipa3

    BalasHapus
  29. Nama:Ahmad Tunzilul Manan
    Klas :x ips 1

    BalasHapus
  30. Nama:Ahmad Fa'izul Asror
    Kelas :X MIPA 1

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh soal hukum Kepler & pembahasannya + jawaban

Postingan ini membahas contoh soal hukum Kepler yang disertai pembahasannya atau penyelesaiannya + jawaban. Lalu apa itu hukum Kepler ?. Johanes Kepler (1571 – 1630) telah berhasil menjelaskan secara rinci mengenai gerak planet disekitar matahari. Kepler mengemukakan 3 hukum yang berhubungan dengan peredaran planet terhadap matahari yang disebut dengan hukum 1 Kepler, hukum 2 Kepler dan hukum 3 Kepler. Hukum 1 Kepler menyatakan “ Setiap planet bergerak mengitari matahari dengan lintarasan berbentuk elips, matahari berada pada salah satu titik fokusnya “. Hukum 2 Kepler berbunyi “ Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu daerah yang luasnya sama dalam selang waktu yang sama “. Hukum 1 dan 2 Kepler jika digambarkan sebagai berikut. Hukum 1 dan 2 Kepler Dan hukum 3 Kepler menyatakan “ Perbandingan kuadrat periode planet mengitari matahari terhadap pangkat tiga jarak rata-rata planet ke matahari adalah sama untuk semua planet “. Secara matematis hukum 3 Kepler d...

Latihan soal dan pembahasan : vektor

  Vektor, materi ini adalah materi dasar yang sangat penting di fisika. Besaran vektor akan sering ditemui dalam berbagai bab yang lain, latihan soal berserta pembahasannya secara lengkap dan terperinci terkait tentang materi vektor yang bisa digunakan untuk pendalaman materi atau soal-soal ulangan harian. Soal pilihan ganda Soal nomor 1 Gambar di bawah ini merupakan penjumlahan vektor secara segitiga Gambar yang resultan vektornya sama dengan nol adalah .... A. (1) B. (2) C. (3) D. (4) E. (5) Kunci jawaban : “E” pembahasan soal nomor 1 :  Perhatikan tanda panah masing-masing gambar, hanya gambar “E” yang arah panahnya berkelanjutan (pangkal panah disusul kemudian arah panah) hal ini menunjukkan bahwa tidak ada resultan gaya pada gambar tersebut. Resultan gaya biasanya ditunjukkan oleh gambar ketika ada dua arah panah bertemu pada satu titik Soal nomor 2 Sebuah benda bergerak dari titik P ke Q dan berhenti di titik R, gambar yang menunjukkan benda berpindah sejauh 13 satuan ad...

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PENERAPAN HUKUM NEWTON

  KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PENERAPAN HUKUM NEWTON   A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat: 1.        menggunakan hukum-hukum Newton tentang gerak dalam menyeleasaikan permasalahan gerak benda; dan 2.        menerapkan konsep hukum-hukum Newton tentang gerak dalam kehidupan sehari-hari.   B. Uraian Materi   Pada kegiatan pembelajaran 3 ini, ananda harus memahami konsep hukum-hukum Newton tentang gerak benda dan berbagai jenis gaya yang sudah ananda pelajari pada kegiatan pembelajaran 1 dan 2 sebelumnya. Di kegiatan pembelajaran 3 ini kita mengkolaborasi pemahaman yang sudah ananda dapatkan sebelumnya dalam bentuk berbagai permasalahan/kasus pada benda yang bergerak lurus.   1. Berat benda ketika berada di elevator atau lift   Contoh Soal Seseorang   bemassa m =50 kg berada   di dalam   sebuah   lift yang be...