Pada artikel Fisika kelas X kali ini, kamu akan mengetahui tentang gerak vertikal meliputi pengertian, macam, rumus, serta contoh perhitungannya
Gerak Vertikal (GV) adalah gerak benda yang arahnya vertikal dan merupakan penerapan dari Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). GV terdiri dari gerak jatuh bebas (GJB), Gerak vertikal ke bawah (GVB), dan gerak vertikal ke atas (GVA). Secara matematis, persamaan dari ketiga macam gerak tersebut menggunakan persamaan GLBB. Gerak Jatuh Bebas GJB merupakan gerak benda yang jatuh dari suatu ketinggian tertentu tanpa adanya kecepatan awal (v0 = 0). Contohnya pada kehidupan sehari-hari adalah ketika buah kelapa jatuh dari pohonnya. Buah tersebut jatuh tanpa adanya kecepatan awal.
Siapa yang suka bermain tenis? Dalam permainan
tenis, kita pasti melakukan gerakan yang namanya servis. Nah, tahukah kamu kalau salah satu
tahap dari gerakan servis merupakan contoh dari gerak vertikal? Hmm, daripada penasaran, langsung aja kita simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah
ini, yuk!
Oke, sebelumnya mari kita ketahui dulu apa itu
gerak vertikal, ya. Gerak vertikal adalah gerak suatu benda
yang dilempar tegak lurus ke bawah atau ke atas dengan kecepatan awal tertentu
(V0 ≠ 0). Gerak vertikal memiliki percepatan konstan (tetap)
yang nilainya sama dengan percepatan gravitasi bumi (g).
Terdapat dua macam gerak vertikal yang dibedakan berdasarkan arah lemparan
bendanya, yaitu sebagai berikut:
Gerak Vertikal ke Atas GVA merupakan gerak
benda yang dilempar vertikal ke atas dengan kecepatan awal. Benda akan
diperlambat dari tanah menuju ketinggian maksimum, dan dipercepat dari
ketinggian maksimum menuju kembali ke tanah. Pada saat benda berada di
ketinggian maksimum, benda tersebut akan diam sejenak walau dengan waktu yang
sangat singkat. Sehingga kecepatan benda saat di ketinggian maksimum sama
dengan nol.
Seperti namanya, gerak vertikal ke atas adalah gerak suatu benda yang dilempar tegak lurus ke atas dengan kecepatan awal tertentu (V0 ≠ 0). Kecepatan awal ini akan mempengaruhi tinggi maksimum yang dapat ditempuh oleh benda tersebut. Semakin besar kecepatan awalnya, maka semakin tinggi pula ketinggian maksimumnya.
Gerak vertikal ke atas merupakan gerak
diperlambat karena semakin ke atas, kecepatannya akan semakin berkurang.
Kecepatan benda akan terus berkurang sampai mencapai titik nol, yaitu pada
titik tertinggi. Selain itu, jika arah geraknya ke atas, maka a = -g karena
berlawanan dengan gravitasi bumi.
Tahap lempar bola (toss) pada gerakan servis
Nah, ternyata salah satu tahap dari gerakan servis itu merupakan contoh dari gerak vertikal ke atas lho. Hmm, tahap yang manakah itu? Coba kamu perhatikan gambar di bawah ini!
Jadi, jawabannya adalah saat melakukan toss (lempar bola). Kenapa?
karena pada tahap ini, bola dilempar secara vertikal ke atas dengan kecepatan
awal tertentu.
Persamaan untuk gerak vertical
ke atas itu bagaimana ?
Pada gerak vertikal ke
atas, setelah diberi kecepatan awal, benda bergerak ke atas sampai mencapai
ketinggian maksimum. Setelah itu benda bergerak kembali ke permukaan bumi.
Dinamakan Gerak Vertikal Ke atas karena benda bergerak dengan arah ke atas
alias menjahui permukaan bumi. Persoalannya, benda tersebut tidak mungkin tetap
berada di udara karena gravitasi bumi akan menariknya kembali. Dengan demikian,
pada kasus gerak vertikal ke atas, kita tidak hanya menganalisis gerakan ke
atas, tetapi juga ketika benda bergerak kembali ke permukaan bumi… ini yang
membuat gerak vertikal ke atas sedikit berbeda…
Karena gerakan benda
hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi yang bernilai tetap, maka gerak
vertikal ke atas termasuk gerak lurus
berubah beraturan. Dengan demikian, untuk menurunkan persamaan Gerak
Vertikal ke atas, kita tetap menggunakan persamaan GLBB.
Kita tulis kembali
ketiga persamaan GLBB :
vt = vo + at
s = vo t + ½ at2
vt2 = vo2 + 2as
Ada beberapa hal yang
perlu kita perhatikan dalam menganalisis Gerak Vertikal ke atas
Pertama, percepatan pada gerak vertikal = percepatan gravitasi ( a = g).
Kedua, ketika benda bergerak ke atas, kecepatan benda berkurang secara konstan setiap saat. Kecepatan benda berkurang secara konstan karena gravitasi bumi bekerja pada benda tersebut dengan arah ke bawah. Masa sich ? Kalau gravitasi bumi bekerja ke atas, maka benda akan terus bergerak ke atas alias tidak kembali ke permukaan bumi. Tapi kenyataannya tidak seperti itu… Karena kecepatan benda berkurang secara teratur maka kita bisa mengatakan bahwa benda yang melakukan gerak vertikal ke atas mengalami perlambatan tetap. Karena mengalami perlambatan maka percepatan gravitasi bernilai negatif, karena benda bergerak vertikal maka s bisa kita ganti dengan h atau y. (h atau y adalah perpindahan)
Ketiga,
pada titik tertinggi, tepat sebelum berbalik arah, kecepatan benda = 0.
Jika persamaan GLBB di
atas diubah menjadi persamaan Gerak Vertikal ke atas, maka akan diperoleh
persamaan berikut ini :
vt = vo –
gt
h = vo t
– ½ gt2
vt2 =
vo2 – 2gh
Sebuah bola
dilemparkan dari tanah tegak lurus ke atas dengan kecepatan awal v0
a)
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertingginya ?
b)
berapa ketinggian yang dapat dicapai bola ?
langkah pertama yang
harus kita lakukan adalah mengidentifikasi atau mengenali permasalahan yang
dimunculkan pada soal. Setelah itu, selidiki nilai apa saja yang telah
diketahui. Selajutnya, memikirkan bagaimana menyelesaikannya. Hal ini penting
dalam memilih rumus yang disediakan.
a. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai titik tertingginya ?
Di titik tertinggi, vt = 0. kecepatan awal vo . Untuk memperoleh t, kita gunakan rumus :
vy = v0 –
gt
Rumus ini kita balik, untuk menentukan nilai t (waktu) untuk mancapai tinggi maksimum :
b. berapa ketinggian yang dicapai bola ?
Karena telah diketahui kecepatan awal dan kecepatan akhir, maka
kita menggunakan rumus :
vy2 = v02 – 2gh
Rumus ini kita balik untuk menghitung nilai h alias ketinggian :
Penyelesaian:
Diketahui:
v0 = 2 m/s dan g = 10 m/s2
Ditanya:
a. Waktu yang diperlukan
bola untuk mencapai ketinggian maksimum
Jadi, waktu bola untuk
sampai pada ketinggian maksimum adalah 0,2 s.
b. Ketinggian yang
dicapai bola:
Jadi, ketinggian yang
dicapai bola adalah 0,2 m atau 20 cm.
Keterangan:
tmax = selang waktu dari titik pelemparan hingga mencapai titik tertinggi (hmaks )
v0 = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
hmaks = jarak yang ditempuh hingga titik tertinggi (m)
Selain
gerak vertikal ke atas, ada juga yang namanya gerak vertikal ke bawah, nih. Apa itu gerak vertikal ke bawah?
Seperti apa ya contohnya? Oke, kalau begitu yuk langsung kita simak!
Saat mulai turun,
persamaannya sama seperti gerak jatuh bebas.
Rumusnya adalah:
2. Gerak vertikal ke
bawah
Berbeda dengan gerak vertikal ke atas,
kalau gerak vertikal ke bawah adalah gerak suatu benda yang
dilempar tegak lurus ke bawah dengan kecepatan awal tertentu (V0 ≠
0). Jika arah geraknya ke bawah, maka a = g karena searah
dengan gravitasi bumi dan benda mengalami percepatan. Terdapat rumus-rumus yang
berlaku pada gerak vertikal ke bawah, yaitu:
vt = v0 + gt
vt2 = v02 + 2gh
h = v0t
+ ½ gt2
Keterangan: h = jarak/perpindahan (m), di hitung mulai dari dijatuhkan ke bawah
v0 = kecepatan
awal (m/s)
vt = kecepatan setelah t (m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
t = selang waktu (s)
Lalu, seperti apa contoh kasus dari gerak
vertikal ke bawah? Apakah ketika memukul bola saat melakukan servis? Jawabannya
sudah pasti bukan. Hal ini karena pada saat servis, bola tidak dilemparkan
secara vertikal ke bawah melainkan bola akan melambung dan kemudian jatuh
membentuk sudut pada kemiringan tertentu. Contoh kasus yang tepat dari gerak
ini adalah ketika bola dilempar tegak lurus ke bawah dengan kecepatan awal
tertentu, seperti gambar di bawah ini:
Berdasarkan gambar di atas, diketahui kalau Ratu
melempar bola secara vertikal ke bawah dengan kecepatan awal 8 m/s. Bola itu
tiba di tanah setelah 2 s. Coba yuk kita
sama-sama hitung berapa kecepatan bola saat menyentuh tanah?
Penyelesaian:
Diketahui: V0 = 8
m/s, t = 2 s, dan g = 10 m/s2
Ditanya: Kecepatan bola saat menyentuh tanah?
Jadi, kecepatan bola saat menyentuh tanah adalah sebesar 28 m/s. Bagaimana sampai di sini? Kamu paham, kan? Ternyata, gerak vertikal ini banyak lho contohnya, tidak hanya yang sudah kita bahas saja.
Nah, kalau kamu ada
pertanyaan mengenai materi ini, jangan ragu untuk tuliskan pertanyaanmu di
kolom komentar,
GERAK JATUH BEBAS
Berikut ini persamaan gerak jatuh bebas
Gerak jatuh bebas merupakan GLBB sehingga persamaan pada gerak jatuh bebas sama dengan peersaman pada GLBB. Oleh karena a = g, v0 = 0, dan s = h, persamaan berlaku sebagai berikut.
vt= g.t
vt‑2 = 2g.h
h= ½ gt2
Keterangan: vt = kelajuan saat t sekon (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi
(9,8 m/s2)
h = jarak/ perpindahan (m)
t = selang waktu (s)
GERAK JATUH BEBAS
Gerak jatuh bebas adalah gerak
jatuh benda yang tidak memiliki kecepatan awal (V0 = 0). Jika
selama benda itu jatuh hambatan udara diabaikan,
maka percepatannya konstan (tetap) dan besarnya sama
dengan percepatan gravitasi bumi. Selain itu, waktu yang
dibutuhkan benda saat jatuh tidak bergantung pada massanya, tapi bergantung
pada ketinggiannya.
Berikut ini persamaan gerak jatuh bebas
Gerak jatuh bebas merupakan GLBB sehingga persamaan pada
gerak jatuh bebas
sama dengan peersaman pada GLBB. Oleh karena a = g, v0 = 0, dan s = h, persamaan berlaku sebagai berikut.
vt= g.t
vt‑2 = 2g.h
h= ½ gt2
Keterangan: vt = kelajuan saat t sekon (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi
(9,8 m/s2)
h = jarak/ perpindahan (m)
t = selang waktu (s)
Saatnya berlatih soal untuk lebih memperjelas
konsep gerak jatuh bebas.
Contoh Soal 1
Fero dan Feri berada di sebuah bukit. Tak jauh
dari lokasi mereka terdapat jurang yang tidak terlalu dalam. Sebagai langkah
antisipasi, mereka ingin tahu seberapa dalam jurang tersebut.
Untuk mengukurnya, Feri melemparkan batu ke
dalam jurang dan Fero mengukur waktu yang diperlukan batu untuk mencapai dasar
jurang. Dari hasil perhitungan, diperoleh waktu 3 s. Berapakah kedalaman jurang
yang diukur Fero dan Feri?
Pembahasan:
Diketahui:
t = 3 s
Ditanya: h =…?
Penyelesaian:
Untuk mencari kedalaman jurang, gunakan
persamaan berikut.
Jadi, kedalaman jurang tersebut adalah 45 m.
Contoh Soal 2
Sebuah kelapa jatuh dari ketinggian 5 m.
Berapakah kecepatan kelapa saat menyentuh tanah?
Pembahasan:
Diketahui:
h = 5 m
Ditanya: v =…?
Penyelesaian:
Untuk mencari kecepatan saat menyentuh tanah,
gunakan persamaan berikut.

Jadi, kecepatan kelapa saat menyentuh tanah
adalah 10 m/s.
Dari dua contoh soal tersebut, saya berharap
anda bisa menguasai materi tentang gerak jatuh. teruslah berlatih dan tetap
semangat.
wassalamu`alikum Wr. Wb.
Referensi:
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/gerak-jatuh-bebas-fisika-kelas-10/diakses 26 Oktober 2020
















Komentar
Posting Komentar